IHSG Ditutup Menguat 0,1 Persen ke Level 5.918 pada Sesi I 10 Juli 2026

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Sesi I pada posisi zona hijau. Pasar saham Indonesia tercatat mengalami penguatan sebesar 0,1% yang membawa indeks ke level 5.918. Dilansir dari Bloomberg Technoz, aktivitas perdagangan saham sepanjang pagi hingga siang ini membukukan total transaksi senilai Rp4,7 triliun.

Adapun volume saham yang diperjualbelikan mencapai 11,5 miliar lembar. Apresiasi tipis juga terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda menguat 0,05% ke posisi Rp18.075/US$ pada pukul 13:30 WIB.

Sektor properti, transportasi, dan barang baku menjadi motor utama pergerakan indeks komposit. Masing-masing sektor tersebut menguat hingga mencapai 1,22%, 1,11%, dan 1,08%.

Kondisi pasar keuangan domestik sebenarnya masih dibayangi penurunan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran saat ketegangan kembali memanas. Di sisi lain, rilis data ekonomi domestik paling baru belum sepenuhnya mampu memberikan dorongan kuat. Sinyal perlambatan pertumbuhan mulai terlihat akibat memudarnya keyakinan konsumen serta lesunya daya beli masyarakat.

Pergerakan Saham LQ45

Sejumlah saham big caps dalam indeks LQ45 tercatat ikut menopang laju IHSG. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memimpin penguatan dengan kenaikan 4,74%, disusul PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang melonjak 3,44%. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga menanjak dengan kenaikan 3,06%. Tren positif ini diikuti oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 2,51%.

Selanjutnya, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mengalami penguatan 2,47%. Emiten pertambangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turut menguat sebesar 2,17%. Aktivitas pasar yang cenderung risk-on ini dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang akomodatif.

Sentimen positif bertambah setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal mengenai kelanjutan negosiasi damai dengan Iran. Meskipun volume perdagangan di bursa domestik masih terbatas, meredanya kecemasan terhadap inflasi global turut terbantu oleh melandainya harga minyak dunia. Langkah ini sekaligus meminimalkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi di tingkat global.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author