Rupiah Menguat ke Rp17.685 per Dolar AS Sepanjang Pekan Ini

Share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat hingga mencapai posisi Rp17.685 per dolar AS pada perdagangan Jumat (21/8/2026). Performa positif ini ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi AS serta keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan.

Secara mingguan, mata uang Indonesia tersebut mencatatkan apresiasi sebesar 0,76 persen. Angka penutupan ini menjadi level terkuat bagi rupiah dalam kurun waktu hampir tiga bulan terakhir sejak 22 Mei 2026.

Penguatan rupiah beriringan dengan tren positif mayoritas mata uang di kawasan Asia. Dari sepuluh mata uang utama Asia, sebanyak sembilan di antaranya berhasil menekan dolar AS dengan kenaikan tertinggi dipimpin oleh won Korea Selatan sebesar 2,17 persen.

Sentimen positif domestik turut memperkuat posisi rupiah setelah Bank Indonesia memilih untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Amru Syifa memberikan analisis mengenai langkah sentral tersebut.

"Kebijakan tersebut tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Amru Syifa, Research and Development ICDX.

Amru menambahkan bahwa risalah rapat pembuat kebijakan di AS menunjukkan perbedaan pandangan pejabat mengenai arah suku bunga masa depan.

"Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) juga menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai arah suku bunga, sehingga prospek kebijakan moneter AS masih menjadi perhatian pasar," ungkap Amru.

Di sisi lain, pengamat mata uang Ibrahim Assauibi soroti faktor pendukung dari sektor perbankan nasional.

"Kredit perbankan di Indonesia pada Juli 2026 tumbuh solid sebesar 13,58 persen secara tahunan (year-on-year), meningkat dari 12,67 persen pada Juni 2026," kata Ibrahim Assauibi, Pengamat Mata Uang.

Kinerja kredit tersebut didukung oleh rasio kecukupan modal (CAR) perbankan yang kokoh di level 23,70 persen serta rasio kredit bermasalah (NPL) bruto yang terjaga di angka 2,09 persen.

Sementara itu, tekanan pada dolar AS meluas setelah total utang pemerintah Amerika Serikat menembus rekor baru sebesar US$40 triliun. Pelemahan indeks dolar AS ke level 98,80 memberikan ruang bagi aset pasar berkembang untuk terus melaju.

Pakar strategi pasar luar negeri Marc Chandler memberikan pandangan terkait dampak langkah stabilisasi pasar surat utang yang dilakukan otoritas keuangan AS.

"Upaya Bessent menekan imbal hasil AS tidak banyak berdampak pada imbal hasil, tetapi justru melemathkan dolar," kata Marc Chandler, Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex.

Meskipun kurs rupiah spot dan Jisdor BI sama-sama menguat, Bank Indonesia melaporkan defisit transaksi berjalan kuartal II-2026 membengkak jadi US$12,5 miliar akibat lonjakan impor migas. Pelaku pasar kini menantikan petunjuk arah suku bunga AS lewat pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author