Prabowo Subianto Perintahkan BP Batam Akselerasi Transformasi Ekonomi Kawasan
Presiden Prabowo Subianto mengarahkan jajaran pimpinan BP Batam untuk mempercepat transformasi kawasan Batam menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dalam pertemuan di Jakarta pada Selasa (7/7).
Langkah strategis ini mencakup hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, dan efisiensi logistik, seperti dilansir dari Detikcom. Pengembangan ini bertumpu pada kepastian hukum, kecepatan pelayanan, serta infrastruktur berdaya saing global.
Modernisasi pelabuhan dan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Batam menjadi fokus utama. Infrastruktur ini akan diintegrasikan dengan kawasan industri, pusat data, manufaktur berteknologi tinggi, serta jaringan pelayaran dunia untuk memangkas biaya logistik.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad melaporkan bahwa regulasi PP Nomor 25 Tahun 2025 telah mempercepat pelayanan investasi dan memberikan kepastian hukum yang lebih baik bagi para investor.
"Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional," ujar Amsakar Achmad, Kepala BP Batam.
Sisi tata kelola internal juga terus dibenahi oleh jajaran manajemen. Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menjelaskan bahwa digitalisasi land management system (LMS) diterapkan untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan layanan lahan.
"BP Batam menilai perkuatan tata kelola tersebut akan meningkatkan kepastian hukum, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi," ujar Li Claudia Chandra, Wakil Kepala BP Batam.
Pertumbuhan ekonomi ini tercermin dari data performa modal yang masuk ke kawasan tersebut. Anggota/Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis melaporkan realisasi investasi Batam tahun 2025 mencapai Rp69,3 triliun, dan Triwulan I 2026 tumbuh Rp17,48 triliun atau naik 102,85% secara tahunan.
Sektor bernilai tambah seperti elektronik, mesin, pusat data, energi, dan kawasan industri menjadi konsentrasi utama arus modal saat ini.
"Bapak Presiden juga mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas kawasan," ujar Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Investasi BP Batam.
Guna merealisasikan seluruh target tersebut, Presiden Prabowo Subianto selanjutnya akan mengoordinasikan langkah lintas kementerian dan lembaga untuk menyelesaikan isu strategis termasuk harmonisasi regulasi.