Kekeringan Melanda Ciseeng Bogor Seribu Warga Kesulitan Air Bersih
Krisis air bersih melanda ratusan keluarga di Desa Cibeteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akibat penurunan intensitas curah hujan yang memicu kekeringan di wilayah tersebut. Bencana kekeringan ini berdampak langsung pada tiga rukun tetangga (RT) di kawasan Kampung Cimeong, dengan total warga yang terdampak mencapai 1.570 jiwa, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (10/7/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat rincian warga yang kesulitan air bersih meliputi 958 jiwa di RT 01/02, 237 jiwa di RT 02/02, serta 375 jiwa di RT 03/02.
Merespons laporan dari masyarakat setempat, petugas BPBD segera bergerak melakukan penanganan darurat dengan menyalurkan bantuan air bersih guna menyuplai kebutuhan harian warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani menjelaskan bahwa menyusutnya pasokan air disebabkan oleh minimnya curah hujan di kawasan itu. "Dikarenakan intensitas hujan yang menurun di wilayah tersebut sehingga mengakibatkan sumber air berkurang dan warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Jumat (10/7/2026).
Pihak BPBD merinci data sebaran masyarakat yang terdampak krisis air ini berdasarkan pembagian wilayah rukun tetangga setempat. "Korban terdampak RT 01/02 sebanyak 958 jiwa, RT 02/02 sebanyak 237 jiwa, dan RT 03/02 sebanyak 375 jiwa," ucapnya.
Sebagai langkah penanggulangan jangka pendek, pasokan air bersih sebanyak ribuan liter telah digelontorkan untuk meringankan beban masyarakat setempat. "Saat ini air bersih telah di distribusikan kepada warga untuk memenuhi sementara kebutuhan air bersih setiap harinya. Total volume pengiriman air bersih 5.000 liter," tuturnya. Menurut keterangan lanjutan, wilayah pemukiman warga tersebut dilaporkan sudah berminggu-minggu tidak mengalami hujan, yang berakibat pada mengeringnya sumur-sumur produksi milik penduduk.
"Dampaknya warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya," pungkasnya.