IHSG 10 Juli 2026 Dibuka Menguat 23 Poin ke Level 5.936
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan dengan bergerak di zona hijau. Dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks saham domestik pada Jumat (10/7/2026) pukul 09:01 WIB mencatat kenaikan sebesar 23,59 poin atau setara 0,4% ke level 5.936.
Arah positif ini sejalan dengan laju mayoritas bursa utama di kawasan Asia yang kompak melesat. Indeks seperti KOSDAQ, KOSPI, NIKKEI 225, Hang Seng, Shenzhen Comp., PSEi, KLCI, Topix, Shanghai Composite, Straits Times, CSI 300, dan Ho Chi Minh Stock Index seluruhnya bergerak di zona hijau.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah 30 menit pasar berjalan menunjukkan volume perdagangan menyentuh 6,19 miliar saham. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp2,23 triliun melalui frekuensi yang terjadi sebanyak 708.571 kali.
Pergerakan saham di papan perdagangan mencatat sebanyak 360 saham bergerak menguat. Sementara itu, 195 saham mengalami penurunan dan terdapat 182 saham yang posisinya tidak berubah.
Meskipun menguat, pergerakan indeks masih dihadapkan pada sejumlah tantangan makro. Riset dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memaparkan bahwa ketidakpastian global masih membayangi laju pasar saham akibat eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Konflik tersebut memicu kenaikan harga minyak dunia di saat Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 ke level 3%. Dari dalam negeri, posisi cadangan devisa yang kuat belum sepenuhnya mampu menutupi sentimen negatif akibat penurunan data penjualan ritel.
Pelaku pasar menyoroti kelanjutan dinamika di Timur Tengah, volatilitas harga komoditas minyak, pergerakan nilai tukar rupiah, serta rilis notula rapat bank sentral AS. Sinyal The Fed yang berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama diproyeksikan memengaruhi aliran modal asing di pasar berkembang.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak mixed cenderung terbatas dengan support 5.805 dan resistance psikologis 6.000. Penembusan level 6.000 akan menjadi konfirmasi awal bagi berlanjutnya momentum penguatan," sebut riset BRIDS.
Untuk pilihan saham harian, BRIDS merekomendasikan saham BUVA, ANTM, dan BUMI.
Koreksi Data Penjualan Ritel Dalam Negeri
Faktor domestik lain yang memengaruhi pasar adalah kontraksi pada sektor ritel nasional. Merujuk data dari Phintraco Sekuritas, angka penjualan ritel pada Mei terkoreksi 3,9% secara tahunan setelah pada April lalu juga turun sebesar 3,7% year-on-year.
Penurunan selama dua bulan berturut-turut tersebut menjadi koreksi tahunan terdalam yang dicatatkan sejak Mei 2023. Tren ini mengindikasikan adanya penurunan daya beli masyarakat akibat inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar non-subsidi serta komoditas pangan.
Jika dilihat secara bulanan, penjualan ritel pada Mei menyusut 1,5% month-to-month, melanjutkan penurunan sebesar 1,6% mtm pada periode bulan sebelumnya.
“Secara teknikal, penguatan IHSG tertahan di MA5 dengan Stochastic RSI yang berpotensi mengalami death cross. Namun histogram MACD masih bertahan di area positif. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.800–6.000,” analisis Phintraco pagi hari ini.
Saran saham pilihan dari Phintraco Sekuritas untuk hari ini mencakup BMRI, BRPT, DEWA, ESSA, dan TUGU.
Proyeksi dan Rekomendasi Analis Lain
Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan indeks akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Sentimen positif datang dari penguatan bursa Wall Street serta kenaikan harga komoditas mineral logam.
Namun, potensi penguatan tersebut dibatasi oleh tekanan pada nilai tukar rupiah dan berlanjutnya aksi jual oleh investor asing di pasar reguler.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.840–5.770 dan resistance 5.985–6.055,” sebut CGS International Sekuritas.
Saham pilihan yang disodorkan oleh CGS International meliputi SSMS, BBCA, BBNI, BMRI, ISAT, dan AMMN.
Di sisi lain, Panin Sekuritas melihat adanya peluang penguatan bagi IHSG karena meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah. Rencana negosiasi lanjutan antara Presiden AS Donald Trump dengan Iran dinilai membawa dampak positif terhadap penurunan harga minyak mentah dunia, dengan saham pilihan harian meliputi BUMI, BRPT, dan ICBP.