Pemerintah Buka Penawaran Sukuk Ritel Seri SR025 Masa Kerja 2026
Penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel seri SR025 resmi dibuka oleh Pemerintah melalui Kementerian Keuangan pada Jumat (21/8/2026). Instrumen keuangan ini dapat dibeli oleh investor individu Warga Negara Indonesia hingga 16 September 2026. Penerbitan instrumen ini difungsikan untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus membiayai proyek infrastruktur nasional.
Seri ini menjadi penawaran SBN Ritel pertama dari empat seri yang dijadwalkan terbit pada paruh kedua tahun 2026. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan meluncurkan produk ini setelah seri terdahulu, SR024, mencatatkan penjualan Rp17,48 triliun. Angka realisasi pada seri sebelumnya tersebut berhasil melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp15 triliun.
Pengelolaan investasi berbasis syariah ini menggunakan akad Ijarah – Asset to be Leased dan telah mengantongi fatwa halal DSN-MUI. Pemerintah menyediakan dua pilihan masa investasi, yaitu tenor 3 tahun untuk seri SR025 dan tenor 5 tahun untuk seri SR025T5, dengan nilai pemesanan mulai dari Rp1 juta.
Instrumen ini memberikan imbal hasil tetap yang dibayarkan rutin setiap bulan, dengan jaminan penuh pokok dan imbalan dari negara melalui undang-undang. Investor juga dapat memperdagangkan aset ini di pasar sekunder antar-investor domestik setelah melewati masa pemegangan minimum. Dari sisi perpajakan, Pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) Final atas kupon obligasi ritel ini ditetapkan sebesar 10 persen. Tingkat pajak tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito perbankan yang dikenakan tarif 20 persen.
Sejumlah analisis memproyeksikan tingkat minat investor terhadap SR025 tidak akan setinggi seri SBN ritel terdahulu, ORI030, yang sempat membukukan dana hingga Rp40 triliun. Namun, penawaran SBN ritel lain tetap akan berlanjut sesuai dengan agenda resmi pemerintah. Jadwal penerbitan selanjutnya dilanjutkan dengan Cash Waqf Linked Sukuk Ritel seri SWR007 pada 4 September hingga 21 Oktober 2026. Setelah itu, pemerintah akan menawarkan Savings Bond Ritel seri SBR015 pada 28 September hingga 22 Oktober 2026, serta ditutup oleh Sukuk Tabungan seri ST017 pada 6 November hingga 2 Desember 2026.