Hubungan Bilateral Indonesia India Hasilkan 14 Nota Kesepahaman
Kerja sama bilateral antara Indonesia dan India resmi menyepakati 14 nota kesepahaman serta enam inisiatif strategis di Jakarta dalam kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor krusial mulai dari pertahanan, keamanan maritim, ekonomi digital, hingga sektor energi.
Pertemuan tingkat tinggi ini juga menyepakati kontrak pengadaan sistem rudal BrahMos dan peluncuran Indonesia Open Network (ION). Pengamat politik, Yuddy, menilai kunjungan bilateral ini sebagai puncak pekan diplomasi yang memberikan capaian paling konkret bagi penguatan posisi geopolitik Indonesia.
Selain kesepakatan ekonomi dan militer, India berkomitmen mendukung restorasi Candi Prambanan melalui Archaeological Survey of India. Lembaga purbakala tersebut sebelumnya sukses menangani konservasi situs dunia Angkor Wat.
"Prambanan itu bukan sekadar batu candi. Ia adalah bukti hidup ikatan peradaban Indonesia dan India yang telah terjalin lebih dari seribu tahun. Ketika kedua pemimpin sepakat merawat warisan ini bersama, mereka sedang membangun jembatan persahabatan yang jauh lebih kokoh daripada sekadar perjanjian dagang. Ini diplomasi yang punya jiwa," ujarnya.
Langkah diplomasi kebudayaan ini dipandang mampu memperkokoh hubungan emosional kedua negara melampaui urusan transaksi dagang formal. Yuddy juga memberikan apresiasi tinggi terhadap visi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berhasil menempatkan Indonesia sebagai jangkar geopolitik di kawasan Asia Tenggara.
"Indonesia adalah negara terbesar di ASEAN, dan hari ini kita melihat para pemimpin dunia justru datang ke Jakarta. Ini bukan kebetulan. Ini buah dari kepemimpinan yang punya visi dan wibawa.
Sudah sepantasnya Presiden Prabowo menjadi jangkar geopolitik kawasan, tempat berlabuhnya kepentingan banyak bangsa. Itulah yang patut kita apresiasi," pungkasnya.