Prabowo Beri Tanda Kehormatan Bagi Pengkaji Biosolar B50
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan rencana pemberian tanda kehormatan kepada para ilmuwan kampus yang berkontribusi dalam pengkajian program mandatori Biosolar B50. Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara peluncuran program B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (8/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang berhasil menerapkan campuran biodiesel sebanyak 50 persen ke dalam bahan bakar solar. Pemerintah meluncurkan diversifikasi energi ini guna menekan angka ketergantungan pada komoditas bahan bakar fosil serta mengoptimalkan potensi alam domestik.
Kepala Negara menegaskan inovasi di sektor energi alternatif ini tidak boleh berhenti pada pencapaian saat ini saja melainkan harus terus dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi.
"Terima kasih para ilmuwan dari kampus-kampus, teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu ya, teruskan jangan berhenti di B50 kalau bisa B60. Bulan apa B60?" kata Prabowo Subianto.
Sebagai langkah konkret, instruksi langsung diberikan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia beserta jajaran menteri terkait untuk mengompilasi nama-nama figur yang paling berjasa di balik kesuksesan implementasi bahan bakar tersebut.
"Saya minta nama-nama ya Menteri ESDM, Dirut Pertamina, Menko Ekon, Pak Rosan dan pejabat lain saya minta mereka-mereka yang berjasa dalam proses mencapai B50, saya minta nama-namanya ya" ujar Prabowo Subianto.
Pemberian bintang penghargaan ini didasarkan pada besarnya dampak serta hasil kerja nyata bagi ketahanan energi bangsa, melampaui formalitas pangkat struktural semata.
"Saya ingin memberi tanda kehormatan bintang penghargaan kepada mereka. Yang dapat bintang semuanya pangkatnya sudah tinggi, bukan soal pangkat, soal pekerjaan, jasa, hasil untuk bangsa dan negara. B50 ini hasil besar untuk bangsa dan negara dan rakyat" tambah Prabowo Subianto.