5 Makanan Khas Indonesia yang Lahir dari Masa Sulit dan Sejarah Kelam
Published
·
2 Reads
Beberapa kuliner khas Indonesia ternyata lahir dari masa sulit yang dipicu oleh kemiskinan hingga masa penjajahan. Keterbatasan bahan pangan memaksa masyarakat berkreasi dengan apa yang tersedia, sehingga melahirkan 5 makanan Indonesia yang memiliki sejarah kelam berikut ini:
- Sate Kere — Kuliner khas Solo dan Yogyakarta ini lahir karena daging sapi menjadi makanan mahal yang hanya dinikmati kalangan berada saat penjajahan Belanda. Masyarakat biasa berkreasi memakai jeroan, gajih, hingga tempe gembus sebagai pengganti daging.
- Tengkleng — Hidangan khas Solo ini lahir dari perjuangan rakyat menghadapi kelangkaan pangan pada masa penjajahan Jepang. Akibat kesulitan memperoleh daging kambing, masyarakat memanfaatkan tulang, kepala, dan jeroan kambing yang tersisa agar tetap bisa menyambung hidup.
- Kerak Telor — Makanan khas Betawi ini tercipta ketika masyarakat hidup dalam keterbatasan pada era kolonial, di mana telur tergolong bahan mewah. Warga mencampurkan beras ketan dengan telur serta memanfaatkan bahan mudah didapat seperti kelapa parut, ebi, garam, dan merica agar hidangan lebih terjangkau.
- Ampo — Camilan unik dari tanah liat khas Tuban ini bermula saat masyarakat menghadapi kelaparan akibat sistem tanam paksa pada masa kolonial Belanda. Demi bertahan hidup karena kesulitan memperoleh beras, warga mengolah tanah liat menjadi ampo untuk dikonsumsi sehari-hari.
- Tiwul — Nasi tiwul lahir saat masyarakat menghadapi kelangkaan beras pada masa penjajahan. Sebagai pengganti beras, warga mengeringkan singkong menjadi gaplek lalu mengolahnya menjadi tiwul agar keluarga tetap bisa makan.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author