HashMicro Luncurkan Hashy OS Berbasis AI untuk Integrasi Operasional Bisnis
Perusahaan enterprise software terkemuka di Asia Pasifik, HashMicro, memperkenalkan Hashy OS untuk mendukung operasional bisnis terpadu. Sistem operasi kecerdasan buatan (AI) ini dirancang agar perusahaan dapat bekerja bersama AI dalam satu ruang kerja yang terintegrasi. Dikutip dari Bloombergtechnoz, platform ini memungkinkan pengguna mengakses data, mengeksekusi instruksi, serta mengelola pekerjaan lintas fungsi melalui percakapan alami.
Integrasi sistem kecerdasan buatan dalam operasional harian kini menjadi tantangan utama bagi banyak perusahaan di dunia bisnis.
Banyak solusi AI yang tersedia saat ini masih berdiri di luar ekosistem inti sehingga tidak memiliki konteks bisnis yang memadai. Akibatnya, teknologi tersebut bekerja dengan data terpisah dan hanya memberikan jawaban tanpa kemampuan mengeksekusi pekerjaan operasional.
Kehadiran Hashy OS menjadi solusi nyata dengan menempatkan kecerdasan buatan langsung di dalam sistem operasional perusahaan. Platform ini terhubung langsung dengan ERP HashMicro untuk memahami konteks bisnis berdasarkan data operasional harian yang riil.
Melalui integrasi ini, AI mampu memberikan respons yang relevan sekaligus menyelesaikan pekerjaan lintas departemen tanpa mengharuskan pengguna berpindah aplikasi. "Tantangan perusahaan saat ini bukan lagi bagaimana menggunakan AI, melainkan bagaimana membuat AI bekerja sebagai satu kesatuan. Ketika setiap AI memiliki konteksnya sendiri, organisasi tetap harus mengandalkan manusia untuk menginterpretasikan informasi dan mengoordinasikan pekerjaan," ujar Lusiana, Chief Business Development Officer HashMicro. "Hashy OS menyatukan AI coworkers, enterprise knowledge, dan workflow dalam satu platform, sehingga AI dapat berkolaborasi lintas fungsi dan membantu pekerjaan berjalan dari awal hingga akhir." kata Lusiana.
Pengembangan sistem operasi AI ini didukung oleh empat pilar teknologi utama untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan.
Fitur pertama adalah Nexus, sebuah lapisan kecerdasan terintegrasi yang menyatukan data perusahaan dari berbagai modul operasional. Selanjutnya, fitur Coworkers bertugas membantu analisis data, penyusunan ringkasan laporan, rekonsiliasi, hingga koordinasi tindak lanjut divisi. Perusahaan juga dapat membangun dashboard dan alur kerja AI kustom secara cepat melalui layanan Hashy Apps.
Sementara itu, fitur Hashy Hub yang dilengkapi Model Context Protocol (MCP) menghubungkan sistem dengan berbagai aplikasi eksternal.
Melalui platform terpadu ini, perusahaan bisa mengelola agen AI, membangun aplikasi khusus, dan memanfaatkan basis pengetahuan secara kolektif. Sistem ini memangkas kebutuhan pengelolaan berbagai alat AI yang terpisah sehingga operasional berjalan lebih efisien.
Sebagai bagian inti dari ekosistem ERP HashMicro, inovasi ini langsung menginduk pada infrastruktur sistem dan hak akses pengguna yang ada. Pelaku usaha tidak perlu membangun sistem backend dari awal atau mengelola server baru secara mandiri.
Kondisi ini membuat implementasi solusi kecerdasan buatan berjalan jauh lebih cepat dengan kebutuhan teknis yang minimal. HashMicro merupakan pengembang platform bisnis berbasis AI yang melayani segmen perusahaan menengah hingga skala besar. Solusinya meliputi sistem manajemen keuangan, manufaktur, rantai pasok, pengadaan, hingga manajemen hubungan pelanggan.
Saat ini, teknologi dari HashMicro telah digunakan oleh lebih dari 3.000 perusahaan di Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, dan Indonesia.