Rupiah Melemah Tajam ke Level Rp 18.128 per Dolar AS

Share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tajam ke level Rp 18.128 pada akhir perdagangan Kamis (9/7/2026). Penurunan mata uang garuda ini dipicu oleh ancaman serangan baru AS ke Iran serta penurunan indeks keyakinan konsumen domestik.

Mata uang Paman Sam tersebut mencatatkan penguatan sebesar 0,63 persen hingga penutupan perdagangan hari ini, seperti dilansir dari Detik Finance yang mengutip data Bloomberg. Apabila dibandingkan dengan penutupan hari Rabu (8/7/2026) yang berada di posisi Rp 18.014, rupiah mengalami depresiasi yang signifikan sejak pembukaan pasar.

Pergerakan negatif rupiah dipengaruhi oleh faktor global setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan baru ke Iran demi mengamankan jalur lalu lintas di Selat Hormuz.

"Serangan baru terhadap Iran yang bertujuan untuk menjaga Selat Hormuz yang penting tetap terbuka untuk lalu lintas, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir," terang Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi.

Selain ketegangan di Timur Tengah, faktor domestik turut menekan posisi rupiah melalui penurunan tingkat keyakinan ekonomi masyarakat. Bank Indonesia melaporkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juni 2026 merosot ke level 117,8 dari bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka 120,9.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah tajam 114 point sebelumnya sempat melemah 115 point dilevel Rp 18.128 dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.014. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 18.120 – Rp 18.180," pungkas Ibrahim Assuaibi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author