Saham Nvidia Anjlok 16 Persen Imbas Pergeseran Portofolio Investor AI

Share

Saham Nvidia Corp. mengalami penurunan harga sebesar 16 persen sejak mencapai rekor tertinggi pada 14 Mei 2026 setelah kehilangan nilai kapitalisasi sekitar US$1 triliun dalam waktu kurang dari dua bulan.

Penurunan tajam tersebut dipicu oleh langkah para investor yang menyesuaikan portofolio investasi kecerdasan buatan (AI) mereka dengan melepas saham Nvidia dan beralih ke produsen semikonduktor pesaing, khususnya di pasar memori, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Kamis (09/07/2026).

Aksi jual besar-besaran ini membuat unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia, yang sebenarnya masih mendominasi pasar pusat data AI, kini diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (P/E) sebesar 18 kali laba proyeksi 12 bulan ke depan.

Nilai tersebut kini lebih murah daripada Indeks S&P 500 yang berada di atas 20 kali laba dan Indeks Nasdaq 100 di level hampir 23 kali, yang menjadi harga termurah Nvidia sejak awal 2019.

Meskipun demikian, para analis Wall Street justru terus menaikkan perkiraan laba Nvidia untuk kuartal-kuartal mendatang, yang membuktikan bahwa penurunan valuasi ini bukan disebabkan oleh memburuknya prospek perusahaan.

Pergeseran tren investasi AI ini justru menguntungkan sektor lain seperti saham memori dan penyimpanan Micron Technology Inc., serta pesaing seperti Advanced Micro Devices Inc. (AMD) dan Intel Corp. yang sahamnya melonjak hingga dua atau tiga kali lipat tahun ini.

Direktur riset di Fulton Breakefield Broenniman, Michael Bailey memberikan analisisnya mengenai perubahan situasi pasar modal yang saat ini sedang berlangsung.

"Sentimen pasar telah bergeser. Anda melihat perusahaan-perusahaan yang sebelumnya memiliki ekspektasi teramat rendah — seperti Micron — kini mencuri perhatian," kata Michael Bailey, direktur riset di Fulton Breakefield Broenniman.

Nvidia saat ini diperkirakan tetap mencatatkan pertumbuhan pendapatan tercepat keempat di indeks S&P 500 tahun ini, meski harganya menjadi lebih murah dibandingkan sekitar setengah saham lain dalam indeks tersebut termasuk Hershey Co. dan Dominion Energy Inc.

Melihat stabilitas pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan, Direktur riset ekuitas di Huntington Bank, Randy Hare menilai saham Nvidia saat ini berada di posisi yang terlalu rendah.

"Harga saham dipengaruhi oleh kinerja keuangan," kata Randy Hare, direktur riset ekuitas di Huntington Bank.

Ia memproyeksikan saham produsen chip tersebut akan kembali mengalami kenaikan dalam beberapa bulan mendatang karena perusahaan selalu menunjukkan kinerja yang konsisten.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author