Mendiktisaintek Beri Pembekalan 390 Penerima Beasiswa Garuda Batch 1 2026

Share

Sebanyak 390 pelajar Indonesia resmi menerima Beasiswa Garuda Batch 1 2026 untuk menempuh program S1 di luar negeri maupun skema joint atau dual degree, seperti dilansir dari Detikcom. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto membuka sesi pembekalan bagi para penerima beasiswa tersebut pada Kamis (9/7/2026).

Para mahasiswa penerima program ini akan segera berangkat menuju perguruan tinggi tujuan masing-masing di luar negeri atau memulai perkuliahan kolaborasi kampus dalam dan luar negeri. Dalam arahannya, Mendiktisaintek menekankan pentingnya kesiapan mental bagi para pelajar dalam menghadapi dinamika perkuliahan yang panjang.

Kemampuan bertahan, mengelola stres, dan ketangguhan untuk bangkit dari kegagalan menjadi poin utama yang disoroti oleh menteri guna mengantisipasi kendala akademik maupun nonakademik.

"Karena nanti ketika Anda berjalan semakin banyak, Anda akan jatuh semakin sering. Saya ceritakan aja ya, saya itu jadi menteri, dulu saya baru tahu ternyata setiap hari ada masalah baru. Bener itu Pak.

Saya bangun pagi, buka WA, 'ih, naon deui ieu teh (ih, apa lagi nih)', gitu ya. Ada aja masalah baru," tutur Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Brian membagikan analogi kepemimpinan dari serial televisi Amerika Serikat untuk menggambarkan bagaimana persoalan baru selalu datang setiap hari secara tidak terduga.

"Saya dulu nonton film (series), apa, film Amerika itu, yang tiba-tiba dia jadi presiden. Designated Survivor. Saya nonton film itu, 'ini orang kok masalahnya beda terus setiap hari, saya bilang.

Ternyata Pak, saya jadi menteri beneran. Udah Pak, pokoknya jangan punya cita-cita lah jadi menteri. Kalau disuruh, kebetulan emang nggak ada pilihan, nggak apa, jadi dilakukan.

Tapi jangan cita-cita, Pak. Lebih enak jadi peneliti, udah paling betul itu jadi peneliti," ujar Brian Yuliarto berkelakar.

Pengalaman menghadapi masa-masa awal yang berat sebagai menteri diakui membuat dirinya kini lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Kesiapan mental ini dinilai krusial agar para penerima beasiswa tidak terpuruk saat menghadapi kendala di perantauan, berkaca pada kasus rekan kuliahnya dahulu yang mengalami gangguan kesehatan jiwa akibat stres nilai.

"Jadi, maksud saya adalah, ini adik-adik, Anda harus siap bertarung. Nah jadi, saya hanya titip beberapa hal ya, terutama untuk mahasiswa, calon mahasiswa," ucap Brian Yuliarto.

Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa mengadopsi prinsip ketekunan (perseverance) demi mencapai kesuksesan jangka panjang, serta kegigihan (persistance) untuk terus mencoba kembali ketika menemui kegagalan.

Konsep ketangguhan (grit) dari Profesor Psikologi University of Pennsylvania Angela Duckworth juga dikutip sebagai acuan bagi mahasiswa agar lebih fokus pada penyelesaian masalah ketimbang mengeluh.

"Orang-orang yang PPG (perseverance, persistance, grit) ini, dia lebih banyak menyelesaikan masalah daripada mengeluhkan masalah. Dia berjuang terus. Nah, karena semua keberhasilan, semua keberhasilan itu lahir dari proses yang panjang.

Tidak ada yang jangka pendek. Kalau jangka pendek biasanya berhasil, tapi nanti jatuh lagi," ucap Brian Yuliarto.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author