Wamendikti Saintek Dorong Alokasi Dana LPDP Untuk Beasiswa Dosen
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie mendorong optimalisasi investasi dana abadi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi para akademisi di Jakarta Selatan pada Rabu (08/07). Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, riset, serta inovasi nasional melalui penciptaan talenta unggul. Dilansir dari Bloomberg Technoz, peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut diyakini mampu memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.
Pemerintah terus berupaya memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi terbaik di dunia agar para dosen di dalam negeri dapat melanjutkan studi ke jenjang magister maupun doktor. "Kami sangat mendorong bahwa dana dari LPDP ini diberikan kepada para dosen-dosen kita untuk melanjutkan PhD. Karena dosen-dosen kita ini pasti kembali, dan mereka akan membawa multiplier effect yang banyak," kata Stella kepada wartawan, di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (08/07).
Pengembangan kompetensi guru melalui jenjang master dan doktor juga diimplementasikan lewat kolaborasi spesifik dengan institusi luar negeri, seperti yang dilakukan bersama Khalifa University dan University College London (UCL) pada fakultas pendidikan. Akselerasi sektor pendidikan tinggi ini berkaca pada keberhasilan negara lain yang berhasil maju pesat karena fokus pada investasi pendidikan.
"Daripada kita berbicara abstrak, kita bisa melihat contohnya. Kenapa Tiongkok dalam jangka waktu sekitar 30 tahun bisa mengalami kemajuan yang begitu pesat. Salah satunya, berdasarkan data, adalah investasi pada perguruan tinggi," ujar Stella.
Saat ini, LPDP mengelola total dana abadi mencapai Rp180,8 triliun yang terdiri atas dana pendidikan, penelitian, perguruan tinggi, serta kebudayaan. Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar disalurkan untuk dana pendidikan sebesar Rp148 triliun yang digunakan membiayai program beasiswa beserta pelatihan.
Sisa dana abadi lainnya didistribusikan untuk sektor penelitian sebesar Rp14 triliun dan dana abadi perguruan tinggi senilai Rp11 triliun guna memacu daya saing kampus. Sementara itu, anggaran sebesar Rp6 triliun dialokasikan pada dana abadi kebudayaan demi mendukung program pemajuan kebudayaan nasional secara berkelanjutan.