Harga Tembaga di London Bangkit Berkat Pemulihan Aset Berisiko

Share

Tren penurunan harga tembaga selama dua hari berturut-turut akhirnya terhenti. Komoditas logam industri ini tidak terpengaruh oleh aksi serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran.

Dikutip dari Bloombergtechnoz, pergerakan harga tembaga kini justru mengikuti pemulihan yang terjadi secara meluas pada aset-aset berisiko.

Di bursa London, harga logam industri tersebut mencatatkan kenaikan hingga 1,3 persen. Lonjakan ini memangkas kerugian besar pada sesi sebelumnya akibat eskalasi konflik di Iran, senada dengan rebound yang terjadi di pasar saham.

Konflik yang kembali pecah di Iran mengancam kelancaran pasokan energi dari Selat Hormuz. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global serta menekan permintaan komoditas industri seperti tembaga.

Semenjak kesepakatan damai sementara ditandatangani bulan lalu, komoditas ini bergerak dalam rentang yang relatif sempit. Namun, harga berisiko merosot lebih dalam apabila pertempuran kembali memanas.

Prospek Inflasi dan Kebijakan Suku Bunga AS

Melambungnya harga energi juga berisiko mengubah proyeksi inflasi di Amerika Serikat. Hal ini dapat memicu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, yang biasanya menekan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti logam.

Dokumen risalah rapat bank sentral pada Juni menunjukkan bahwa sejumlah pejabat melihat adanya urgensi untuk pengetatan moneter lanjutan, walaupun suku bunga saat itu dipertahankan.

"Risiko pengetatan kebijakan moneter AS dan penguatan dolar AS tidak membantu," kata para analis di Bank of America Corp dalam catatannya.

"Pasokan yang terbatas dan permintaan yang tangguh akibat elektrifikasi ekonomi global pada akhirnya akan mendukung harga tembaga."

Pada pukul 14.12 waktu Singapura, harga tembaga merangkak naik 1,2 persen menjadi US$13.324,50 per metrik ton di London Metal Exchange. Sementara itu, seng menguat 1,4 persen dan aluminium meningkat 0,4 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author