Maroko Tantang Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Maroko bersiap menantang Prancis dalam pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Boston pada Jumat (10/7/2026) dini hari WIB. Pertemuan ini diwarnai keputusan FIFA menunjuk Facundo Tello beserta seluruh perangkat pertandingan asal Argentina untuk memimpin jalannya laga.

Dilansir dari bola.kompas.com, penunjukan ini memicu sorotan karena seluruh lima ofisial berasal dari satu negara yang sama, yaitu Argentina. Hal tersebut memunculkan kembali memori rivalitas dramatis antara Prancis dan Argentina sejak final Piala Dunia 2022 lalu.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan latar belakang kebangsaan wasit dan lebih berfokus pada kualitas kepemimpinan di lapangan hijau.

"Saya berharap wasit-wasit tersebut memiliki kualitas yang sama dengan Letexier and asisten-asistennya," ucap Didier Deschamps, Pelatih Timnas Perancis.

Sementara itu, kubu Maroko menunjukkan ambisi besar untuk melangkah lebih jauh dan menolak menganggap babak perempat final ini sebagai pencapaian akhir yang memuaskan.

“Ketika kalian mengatakan bahwa kami sudah meraih kesuksesan di turnamen ini, saya tidak suka itu. Penilaian akan dilakukan di akhir, seperti yang sudah saya katakan. Kami berusaha sekuat tenaga untuk menang; dan kami tidak akan mendengarkan mereka yang berkata: ‘Apa yang kalian lakukan sudah bagus, Prancis tetap favorit terkuat.’” ujar Mohamed Wahbi, Pelatih Timnas Maroko.

Pelatih asal Maroko tersebut dilansir dari goal.com menegaskan skuadnya memiliki tekad bulat untuk membidik trofi tertinggi dan tidak ingin kehilangan momentum emas.

“Kami tidak akan terjebak dalam perangkap ini. Kami akan bermain untuk mencapai semifinal, seolah-olah kami berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Tidak ada pertandingan tambahan; satu-satunya hadiah bagi kami adalah memenangkan Piala Dunia.” kata Mohamed Wahbi, Pelatih Timnas Maroko.

Wahbi juga memaparkan sedikit taktiknya yang akan mengandalkan kedisiplinan serta kesabaran untuk membongkar area lini tengah Les Bleus.

“Kuncinya adalah memberikan tekanan kepada mereka saat bola berada di tangan kami. Hal ini tidak hanya terbatas pada sayap saja, tetapi kami juga harus bersabar dan memanfaatkan kelemahan mereka di lini tengah. Itulah tujuannya, tetapi saya tidak akan membahas detailnya (tertawa).” tutur Mohamed Wahbi, Pelatih Timnas Maroko.

Ia meyakini kekuatan tim Singa Atlas saat ini telah berkembang pesat dan jauh lebih matang dibandingkan dengan pencapaian mereka empat tahun lalu.

“Kekuatan kami telah membawa kami kembali ke sini dibandingkan dengan kondisi kami empat tahun lalu. Kami terus berkembang, begitu pula Prancis. Kami lebih baik daripada saat tahun 2022.

Pada tahun 2022, saya merasa menyesal sebagai seorang pendukung. Kami harus menjalani pertandingan ini tanpa penyesalan, menampilkan performa yang lebih baik, dan bermain dengan segenap kekuatan, disertai hasrat yang membara untuk menang.” kata Mohamed Wahbi, Pelatih Timnas Maroko.

Pertandingan ketat ini dinilai akan ditentukan oleh kualitas performa dan besarnya energi yang ditampilkan sepanjang waktu normal pertandingan.

“Kita harus lebih baik dari lawan kita, karena semuanya bergantung pada kualitas penampilan kita. Kita memiliki pengalaman, begitu pula mereka, jadi saya tidak berpikir hal itu akan menjadi pembeda. Ini adalah pertandingan yang ketat. Energi tim nasional Maroko sangat besar, dan itulah yang akan menjadi pembeda.” ujar Mohamed Wahbi, Pelatih Timnas Maroko.

Tim kepelatihan Maroko telah melakukan analisis mendalam dan kerja keras yang membuat mereka sangat percaya diri menghadapi laga penentu ini.

“Sejujurnya, kami yakin dengan rencana, cara kami mempersiapkan diri untuk pertandingan ini, dan kerja keras yang telah kami lakukan. Saya sudah mengatakannya sebelumnya, tapi saya lebih cemas menghadapi pertandingan melawan Kanada daripada pertandingan melawan Prancis ini.” kata Mohamed Wahbi, Pelatih Timnas Maroko.

Wahbi menambahkan bahwa rutinitas serta analisis harian tim tidak akan berubah sedikit pun terlepas dari besarnya skala laga perempat final ini.

“Pendekatan harus sama di setiap pertandingan. Persyaratan harian, analisis, dan rapat tim semuanya sama, baik saat Anda bermain melawan Prancis di perempat final Piala Dunia maupun melawan Burundi dalam pertandingan persahabatan beberapa minggu yang lalu.” tutur Mohamed Wahbi, Pelatih Timnas Maroko.

Ia memercayai motivasi internal para pemainnya yang sudah memahami sepenuhnya besarnya dukungan dari seluruh penjuru negeri.

“Anda harus selalu menjaga motivasi dan rutinitas Anda agar tetap tenang. Kami tahu seluruh negara mendukung kami, tetapi saya tidak suka mengingatkan para pemain akan hal itu; mereka sudah mengetahuinya. Mereka tahu untuk siapa mereka bermain.” kata Mohamed Wahbi, Pelatih Timnas Maroko.

Berdasarkan data gorontalo.antaranews.com, Maroko mencatatkan rekor fantastis dengan tidak terkalahkan dalam 34 laga terakhir sejak Agustus 2025. Di sisi lain, Prancis di bawah asuhan Deschamps tampil sangat produktif di turnamen ini dengan mencetak 14 gol dan memiliki angka ekspektasi gol (xG) mencapai 9,79 dibandingkan Maroko yang berada di angka 6,4.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author