Donald Trump Keliru Sebut Iran Sebagai Republik Islam Jepang
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara keliru menyebut Iran sebagai "Republik Islam Jepang" ketika membahas mengenai serangan rudal Teheran terhadap kapal induk AS beberapa bulan lalu. Insiden salah ucap ini terjadi saat Trump menggelar konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky seusai pertemuan keduanya di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, dikutip dari Detikcom. Dalam sesi yang sama, Trump juga keliru menyebut Zelensky, yang duduk tepat di sebelahnya, sebagai Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump awalnya memuji kehebatan persenjataan pertahanan AS, kemudian mengungkit soal peristiwa serangan terhadap kapal induk AS, USS Abraham Lincoln.
"Kami memiliki kapal induk yang merupakan salah satu yang terindah di dunia, salah satu yang terbesar, yaitu (USS) Abraham Lincoln," ucap Trump yang kini berusia 80 tahun. "Dan beberapa bulan lalu, kami, saya sudah menceritakan hal ini kemarin, kami menghadapi 111 rudal yang ditembakkan oleh Republik Islam Jepang," kata Presiden AS itu.
Dia menceritakan bahwa rudal-rudal tersebut ditembakkan ke arah kapal induk AS dalam kurun waktu satu jam dan semuanya berhasil dicegat. "Rudal-rudal itu ditembakkan ke arah kapal induk dalam kurun waktu sekitar satu jam. Sebanyak 111 rudal mengarah ke kapal yang sangat mahal harganya, dan setiap rudal itu berhasil ditembak jatuh, sebagian besar oleh Patriot, namun juga dengan cara-cara lainnya," sebut Trump.
Trump tampaknya merujuk pada serangan Iran terhadap kapal induk AS pada awal tahun ini saat perang Timur Tengah berkecamuk, namun dia justru menyebut Jepang yang sudah menjadi sekutu dekat AS pasca-Perang Dunia II. Beberapa saat kemudian dalam sesi yang sama, Trump kembali salah ucap dengan bertanya kepada wartawan apakah mereka memiliki "pertanyaan untuk Presiden Putin" sambil menunjuk Zelensky. Salah ucap ini memancing gelak tawa di ruangan tersebut, sebelum akhirnya Trump berusaha memperbaiki situasi dengan berseloroh akan menyampaikan pertanyaan wartawan kepada pemimpin Rusia tersebut.
Insiden ini terjadi beberapa jam setelah Trump mengumumkan berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran menyusul ketegangan baru di Selat Hormuz.
Dalam sesi terpisah di KTT NATO, Trump menyebut para pemimpin Iran sebagai "sampah" dan bersumpah bahwa AS kemungkinan akan kembali menghantam Iran dengan keras malam ini. Dia juga menyebut Iran dipimpin oleh "orang-orang sakit" sembari menegaskan: "Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi."