China Izinkan Perusahaan AI Domestik Beli Chip Nvidia H200

Share

Pemerintah China berencana mengizinkan perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan papan atas di negaranya untuk membeli chip H200 buatan Nvidia Corp. dalam jumlah terbatas pada Kamis, 9 Juli 2026. Langkah ini menandai pelonggaran pembatasan Beijing terhadap teknologi Amerika Serikat yang sedang diminati pasar, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Otoritas China telah memberikan informasi tersebut kepada sejumlah korporasi besar seperti Alibaba Group Holding Ltd., ByteDance Ltd., dan DeepSeek. Untuk memperoleh persetujuan impor prosesor yang digunakan dalam pengembangan model AI tersebut, setiap perusahaan diwajibkan memerinci jumlah kuota dan alasan kebutuhan mereka.

Kebijakan pengetatan masuknya teknologi H200 ini dipicu oleh kekhawatiran Beijing bahwa dominasi prosesor AI rancangan Amerika Serikat dapat menghambat target strategis pengembangan industri semikonduktor domestik. Selain itu, pemerintah China mengkhawatirkan potensi risiko keamanan siber jika pasar lokal dibanjiri oleh chip buatan perusahaan Amerika.

Kendati demikian, lonjakan kebutuhan terhadap prosesor AI yang masif mendorong otoritas Tiongkok melonggarkan aturan tersebut. Pemerintah China saat ini masih mengalkulasi volume pembelian, namun total pengadaan diperkirakan berada di bawah angka 200.000 unit chip.

Respons diplomatik muncul dari pihak otoritas Tiongkok mengenai dinamika perdagangan internasional di sektor teknologi tinggi ini. Kebijakan pembatasan ekspor dari pihak Amerika Serikat dinilai perlu disikapi melalui koridor kerja sama ekonomi yang sehat.

"Kami menganjurkan agar China dan Amerika Serikat mencapai manfaat bersama dan hasil yang saling menguntungkan melalui kerja sama, dan kami menentang politisasi, instrumentalisasi, serta penggunaan isu-isu teknologi dan ekonomi sebagai senjata," ujar Liu Chang, juru bicara Kedutaan Besar China.

Ia menambahkan bahwa posisi negaranya mengenai ekspor chip Amerika Serikat tidak berubah demi keberlangsungan industri global.

"Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk bersama-sama menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan global," ujar Liu Chang.

Di sisi lain, produsen semikonduktor asal Santa Clara, California, belum mencatatkan kontribusi finansial dari pasar Tiongkok untuk lini produk ini. Manajemen perusahaan juga belum memasukkan potensi pendapatan tersebut ke dalam proyeksi keuangan mereka.

"Kami tidak yakin apakah impor apa pun akan diizinkan masuk ke negara tersebut," kata Colette Kress, CFO Nvidia pada Mei lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author