Saham Semikonduktor Lonjakkan Bursa Asia di Tengah Konflik AS-Iran

Share

Bursa saham di Asia mencatatkan penguatan pada transaksi perdagangan Kamis (9/7). Pergerakan positif ini didorong oleh kenaikan signifikan pada saham-saham di sektor semikonduktor.

Minat investasi pada produsen cip kembali bangkit dipicu oleh proyeksi tingginya permintaan berbasis kecerdasan buatan (AI). Tren kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah setelah Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara hari kedua ke wilayah Iran, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz.

Indeks MSCI Asia Pasifik terpantau mengalami kenaikan sebesar 0.7%. Indeks Kospi di Korea Selatan yang menjadi indikator investasi cip dan AI melonjak di atas 3%, sementara kontrak berjangka indeks teknologi Nasdaq 100 berbalik naik 0,2%.

Rencana pencatatan saham SK Hynix Inc di bursa AS memicu kelebihan permintaan hingga lebih dari tujuh kali lipat. Kondisi tersebut mendorong sahamnya melesat 7,8% di bursa Seoul, sedangkan Bain Capital melepas seluruh kepemilikan saham di Kioxia Holdings Corp yang telah tumbuh melampaui 650% tahun ini.

Minyak mentah jenis Brent menguat tiga hari berturut-turut hingga sempat melewati US$79 per barel sebelum terkoreksi tipis. Serangan udara terbaru memicu kekhawatiran gangguan logistik global di Selat Hormuz, sementara obligasi pemerintah AS cenderung stagnan karena spekulasi kenaikan suku bunga The Fed.

Harga emas spot bergerak stabil pada kisaran US$4.075 per ons setelah sempat mengalami pelemahan selama tiga hari berturut-turut. Kekhawatiran inflasi kembali mencuat seiring meningkatnya tensi geopolitik serta kenaikan harga minyak di pasar global.

Ekspektasi pasar uang terhadap kenaikan suku bunga The Fed kini bergeser maju menjadi Oktober dari proyeksi awal di Desember. Namun, minat investor terhadap saham semikonduktor dinilai mampu meredam kekhawatiran makroekonomi tersebut.

"Meski perkembangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian, pasar tampaknya tidak melihat situasi ini sebagai alasan untuk sepenuhnya meninggalkan pasar saham," kata Takashi Ito, Senior Strategist Nomura Securities.

"Logika yang berkembang saat ini adalah investor masih bisa terus berinvestasi di saham AI dan semikonduktor yang diperkirakan menawarkan imbal hasil jangka panjang yang tinggi." ujar Takashi Ito.

Lonjakan saham cip ini membalikkan tekanan yang terjadi pada awal pekan. Sebelumnya, pertumbuhan laba Samsung Electronics Co. hingga 19 kali lipat belum berhasil memikat minat para pelaku pasar secara masif.

Pergerakan Imbal Hasil Obligasi dan Kebijakan Fed

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor dua tahun naik lima basis poin menjadi 4,23%, mendekati level tertinggi bulan lalu. Sementara itu, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun meningkat empat basis poin menuju level tertinggi sejak akhir Mei.

Pejabat The Fed dalam risalah pertemuan Juni menunjukkan kecemasan terhadap inflasi yang meningkat, walau kekhawatiran pasar tenaga kerja mulai mereda. Beberapa pejabat menilai ada alasan untuk menaikkan suku bunga meski biaya pinjaman saat ini dipertahankan.

Analis senior Ed Yardeni berpendapat bahwa berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran berisiko mempercepat inflasi kembali. Situasi ini dinilai dapat memaksa bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan.

Komando Pusat Militer AS menyatakan bahwa serangan tambahan dilakukan guna melemahkan ancaman terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Pasar dinilai mulai terbiasa dengan siklus ketegangan geopolitik yang terjadi.

"Sampai saat ini, kita sudah melalui beberapa putaran eskalasi dan deeskalasi, sehingga pasar mulai terbiasa dengan situasi tersebut," ujar analis pasar eToro, Zavier Wong.

"Kenaikan harga minyak akibat eskalasi terbaru ini bukanlah hal yang mengejutkan, tetapi levelnya masih jauh di bawah lonjakan yang terjadi saat konflik ini pertama kali pcah." kata Zavier Wong.

Data Penutupan Indeks Saham dan Komoditas Asia

Kontrak berjangka S&P 500 tidak bergerak banyak hingga pukul 09.59 waktu Tokyo, sementara kontrak berjangka Hang Seng melemah 0,2%. Di sisi lain, kontrak berjangka Nikkei 225 naik 2% dan indeks Topix Jepang menguat 0,4%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,7%, sedangkan kontrak berjangka Euro Stoxx 50 menguat 0,9%. Indeks Bloomberg Dollar Spot terpantau stabil dengan nilai Euro pada US$1,1425 dan Yen Jepang pada kisaran 162,44 per dolar AS.

Mata uang yuan offshore stabil di posisi 6,8045 per dolar AS, Bitcoin berada di angka US$62.077,23, dan Ether pada posisi US$1.736,82. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di posisi 4,58%.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun menguat dua basis poin ke 2,885%, sama dengan obligasi Australia yang naik ke 4,90%. Minyak mentah West Texas Intermediate tercatat naik 0,7% ke level US$74,02 per barel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author