McLaren 720S Terbelah Dua Usai Alami Kecelakaan di Sukoharjo

Share

Sebuah supercar McLaren 720S milik konten kreator game Febrian Paundra Alditama alias Andra ST terbelah menjadi dua bagian setelah mengalami kecelakaan tunggal di jalan Solo-Wonogiri, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pada pukul 01.45 WIB, dilansir dari Detik Oto.

Kecelakaan mengerikan tersebut membuat bodi mobil miliaran rupiah itu remuk tak berwujud setelah oleng ke kiri dan menabrak pagar, tiang wifi, serta tiang listrik. Insiden bermula saat kendaraan melaju dari arah Sukoharjo menuju Solo bersama seorang penumpang bernama Robby Adek Pantjoro (21) setelah sempat berhenti di lampu merah simpang empat jalan Ciu.

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan sementara untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tunggal ini. Serpihan kendaraan dilaporkan berceceran di lokasi kejadian, bahkan bagian aki mobil sampai merusak pintu kaca sebuah minimarket terdekat.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo Iptu Ardian menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari pengemudi mengenai laju kecepatan kendaraan.

"Kalau menurut keterangan (pengemudi) tidak terlalu kencang, mungkin masih kecepatan di bawah 100 km/jam," kata Iptu Ardian.

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menilai kategori kecepatan tinggi bersifat relatif karena dipengaruhi kondisi pengemudi, jalan, dan kendaraan.

"Jika 3 hal di atas tidak diperhitungkan dengan saksama atau diabaikan, maka yang terjadi adalah overspeed. Contoh nih, jam 8 malam ke atas kemampuan motorik dan sensorik pengemudi melambat/drop, maka secara otomatis kecepatan kendaraan disesuaikan melambat supaya waktu reaksi dan kecepatan meluncur seimbang," ujar Sony Susmana.

Sony menambahkan bahwa memacu kendaraan berkecepatan 90 km/jam di wilayah perkotaan sudah dikategorikan sebagai overspeed.

"Apalagi sportcar yang powernya besar. Kondisi kendaraan setelah kecelakaan menggambarkan yang bersangkutan menghantam benda dengan kecepatan tinggi atau lagi berakselerasi, itu nggak bisa bohong sih," ucap Sony Susmana.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author