Donald Trump Izinkan Ukraina Produksi Sendiri Rudal Patriot

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengizinkan Ukraina memproduksi sendiri rudal pencegat Patriot di sela-sela KTT NATO di Turki pada Kamis, 9 Juli 2026, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan Trump terhadap perang Rusia-Ukraina sekaligus relasinya dengan Volodymyr Zelenskyy.

Pemberian lisensi produksi ini muncul saat Ukraina sangat membutuhkan tambahan sistem pertahanan udara untuk menghadapi invasi penuh Rusia yang telah memasuki tahun kelima. Menipisnya pasokan global mendorong Kyiv mendesak AS agar mengizinkan pembuatan domestik.

Saat melakukan pertemuan bilateral, Trump menegaskan komitmennya untuk membantu industri pertahanan Kyiv secara langsung agar bisa merakit sistem canggih tersebut dalam waktu dekat.

"Kami akan memberikan lisensi itu kepada Anda," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat. "Kami akan menunjukkan kepada mereka bagaimana cara membuatnya."

Ukraina dinilai memiliki kecanggihan dalam memproduksi drone domestik, meski pembuatan rudal rumit seperti Patriot akan mendatangkan tantangan teknis tersendiri. Namun, Trump meyakini para produsen asal AS akan segera dikirim ke Ukraina untuk mentransfer teknologi tersebut.

"Saya rasa mereka bisa memproduksinya dengan cukup cepat," kata Trump, Presiden Amerika Serikat. "Mereka memiliki kemampuan yang hebat dalam memproduksi senjata."

Rencana kerja sama ini dipandang sebagai pencapaian diplomatik besar bagi Zelenskyy yang berhasil membalikkan dinamika hubungannya dengan Trump setelah sempat terlibat ketegangan di Gedung Putih tahun lalu. Trump kini justru melayangkan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Zelenskyy dalam menghadapi konflik.

"Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," puji Trump, Presiden Amerika Serikat.

Peningkatan intensitas tekanan juga terus diarahkan kepada Moskow seiring keberhasilan militer Ukraina menghancurkan jalur logistik Rusia di garis belakang menggunakan rudal domestik Flamingo. Trump mengindikasikan situasi di medan laga membuat posisi Kremlin kian terjepit menjelang rencana komunikasinya dengan Vladimir Putin.

"Kami memberikan banyak tekanan kepada Presiden Putin," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat. "Saya rasa dia tidak menyukai situasi yang sedang terjadi. Saya rasa dia tidak senang dengan apa yang sedang berlangsung."

Merespons tawaran lisensi tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut baik langkah Washington yang dianggap menjadi solusi krusial bagi pertahanan udaranya. Desakan ini kian menguat setelah Kyiv gagal mencegat gelombang serangan rudal balistik berkecepatan tinggi milik Rusia akibat menipisnya stok amunisi pencegat.

"Ini adalah ide yang sangat bagus," kata Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina. "Kami membutuhkannya."

Di sisi lain, perkembangan di medan tempur menunjukkan efektivitas strategi baru Ukraina yang mulai mengganggu wilayah udara serta pasokan bahan bakar di sejumlah kilang minyak utama Rusia.

"Itulah salah satu dinamika yang kini berubah," kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. "Rusia kini semakin kesulitan mempertahankan wilayah udaranya sendiri."

Kendati demikian, Trump mengakui konflik ini jauh lebih rumit dari perkiraan sebelumnya di tengah kebuntuan negosiasi dan pengalihan fokus kebijakan luar negeri AS ke isu lain seperti Iran. Para pemimpin Eropa kini terus membujuk AS agar mendesak Putin menerima gencatan senjata berdasarkan garis depan saat ini serta memulai pembahasan jaminan keamanan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author