Trump Ancam Hentikan Perdagangan AS dengan Spanyol Akibat Anggaran NATO
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol setelah mengkritik sekutu NATO tersebut karena menolak berkomitmen pada target pengeluaran pertahanan baru.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Trump dalam konferensi pers di Ankara, Turki, bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, di tengah desakan Gedung Putih terhadap anggota Eropa terkait pembiayaan militer.
Spanyol menjadi satu-satunya anggota aliansi yang menolak berkomitmen penuh untuk membelanjakan 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan pada tahun 2035, dan memilih menegosiasikan fleksibilitas tujuan kapabilitas.
"Spain is a terrible partner in NATO. They don't participate. They don't pay.
I don't want anything to do with Spain. Cut off all trade with Spain," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Kritik dari Trump langsung memicu reaksi negatif di pasar keuangan, di mana obligasi Spanyol merosot dan imbal hasil obligasi 10-tahun melonjak hampir 10 basis poin menjadi 3,5682 persen, sementara indeks saham IBEX 35 turun lebih dari 2,8 persen.
"Spain is a terrible partner in NATO. They don't participate. They don't pay.
I don't want anything to do with Spain. Cut off all trade with Spain, please, including visits," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ketegangan ini terjadi satu tahun setelah sekutu NATO sepakat melipatgandakan anggaran militer, di mana Spanyol sempat mendapatkan kesepakatan pengecualian meski pengeluaran pertahanannya naik dari 1,4 persen pada 2021 menjadi 2,1 persen dari PDB pada 2025.
"Don't even talk to them. They're hopeless, bad people," ucap Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Mendengar pernyataan tersebut, Sekretaris Jenderal NATO yang duduk di sebelah Trump langsung menyela untuk memberikan pembelaan terkait perkembangan kontribusi finansial dari Madrid.
"You got Spain to pay 2%. They spent, they made a huge step in last year." tutur Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO.
Hubungan bilateral kedua negara juga diperkeruh oleh perbedaan kebijakan luar negeri pada awal 2026, termasuk kritik Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez terhadap kampanye militer AS-Israel di Iran dan penolakan penggunaan pangkalan militer bersama.
"Spain is a wasted cause," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Trump juga mendesak jajarannya untuk segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan urusan bisnis dagang dengan negara Eropa Selatan tersebut.
"We don't want to do any trade business with Spain anymore, by the way." cetus Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Berdasarkan data U.S. Census Bureau, nilai perdagangan barang antara AS dan Spanyol mencapai sekitar 47 miliar dolar AS pada 2025, dengan ekspor AS sebesar 26 miliar dolar AS dan impor dari Spanyol senilai 21 miliar dolar AS.
"Cut off all trade with Spain, please, including visits." tegas Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Presiden AS meyakini bahwa pembatasan ekonomi ini akan membuat Spanyol merugi dan pada akhirnya memohon untuk memulihkan hubungan dagang.
"I don't want to do any more trade with him. All right? Take it immediately. Don't even talk to them." ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai bentuk formal pembatasan perdagangan yang sedang dipertimbangkan terhadap Spanyol.
"They're hostile about it, and let's see how hostile they remain when they call up and they, 'Please, please, we want to trade with you, sir,'" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Meskipun demikian, rencana pemutusan perdagangan sepihak ini diprediksi menghadapi hambatan hukum dan diplomatik berat karena Spanyol merupakan anggota Uni Eropa yang kebijakan perdagangannya dinegosiasikan secara kolektif.
"They make so much money with us, and we're going to see that they make a lot less. I want no business with them." ucap Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Di sisi lain, kantor Perdana Menteri Spanyol menyatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat pernyataan Trump sebagai hal yang biasa terjadi dan menegaskan hubungan bilateral kedua negara tetap saling menguntungkan dalam perdagangan serta pertahanan.
"growing pains." kata Matthew Whitaker, Duta Besar AS untuk NATO.
Pihak kedutaan Spanyol dan Kantor Perwakilan Dagang AS belum memberikan komentar tambahan, sementara pasar Eropa secara luas ikut melemah dengan penurunan indeks Stoxx 600 sebesar 1,9 persen.
"I see these as just the challenges that we've worked through before," tutur Matthew Whitaker, Duta Besar AS untuk NATO.
KTT NATO di Ankara saat ini menjadi ujian krusial bagi kredibilitas aliansi karena target pengeluaran pertahanan baru terus mendapatkan pengawasan ketat dari pemerintahan Trump.