Stuttgart Cadangkan Atakan Karazor Melawan Bayern Munchen
Pelatih VfB Stuttgart Sebastian Hoeness membuat keputusan mendadak dengan membangkucadangkan kapten tim Atakan Karazor dalam laga final DFB Pokal kontra FC Bayern Munchen pada Sabtu, 23 Mei 2026. Langkah ini diambil karena sang kapten dinilai kurang bugar akibat minim porsi latihan belakangan ini.
Susunan pemain di lini tengah Stuttgart mengalami perubahan signifikan setelah posisi gelandang bertahan utama yang biasa dihuni Atakan Karazor dialihkan kepada pemain muda Chema Andres. Pemain muda tersebut dipercaya tampil sejak menit awal untuk berpasangan dengan Angelo Stiller.
Konfirmasi mengenai rotasi pemain di Stadion Olimpiade ini disampaikan langsung oleh Sebastian Hoeness kepada media Sky sebelum sepak mula. Pihak pelatih menilai keputusan ini didasarkan pada pertimbangan matang mengenai kondisi fisik terakhir sang kapten.
"Er hat leider auch vor seiner Sperre schon mit kleinen Problemen gekämpft," ujar Sebastian Hoeness, Pelatih VfB Stuttgart.
Masalah kebugaran tersebut rupanya sudah membayangi Atakan Karazor bahkan sebelum dirinya dijatuhi sanksi larangan bertanding berupa kartu merah dalam kompetisi Bundesliga.
"Er hat in den letzten zwei Wochen nicht viel trainiert," kata Sebastian Hoeness.
Akibat minimnya porsi latihan sang kapten selama dua pekan terakhir, jajaran pelatih Stuttgart memutuskan untuk memberikan kesempatan starter kepada Chema Andres yang dinilai sedang berada dalam grafik permainan yang impresif.
"Chema hat es gut gemacht. In Frankfurt hat er ein Tor gemacht, gegen Leverkusen hat er juga gut gespielt," jelas Sebastian Hoeness.
Melalui penilaian performa tersebut, manajemen Stuttgart memandang perubahan komposisi lini tengah ini sebagai strategi paling realistis untuk meredam kekuatan FC Bayern Munchen.
"Es war die logische Entscheidung," tegas Sebastian Hoeness.
Selain pergeseran di sektor gelandang, Stuttgart juga melakukan perubahan di area pertahanan dengan membangkucadangkan bek kanan murni Josha Vagnoman dan Kiliann Assignon. Meski demikian, tim asuhan Hoeness tersebut tetap mempertahankan skema baku formasi empat bek sejajar.