Donald Trump Kecam Sekutu dalam KTT NATO di Ankara

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan berakhirnya gencatan senjata dengan Iran setibanya di KTT NATO di Ankara, Turki, pada Rabu, 8 Juli 2026. Di samping Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap sekutu militer tersebut terkait kontribusi anggaran pertahanan.

Pengumuman ini menyusul serangan udara semalam oleh militer AS ke lebih dari 80 sasaran Iran di sekitar Selat Hormuz. Langkah tersebut diambil setelah terjadi serangan terhadap tiga kapal komersial yang dituduhkan kepada pihak Iran.

Ketika jurnalis mempertanyakan status kesepakatan penghentian pertempuran saat pertemuan bilateral berlangsung, Trump menegaskan bahwa hubungan tersebut telah selesai.

"I think it’s over. I don’t want to deal with them any more. They’re scum.

You know what scum is? They’re scum." ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menilai kepemimpinan Iran diisi oleh orang-orang yang kejam dan berbahaya. Menurutnya, pihak Iran tidak akan ragu untuk menggunakan senjata nuklir apabila mereka memilikinya.

"They’re sick people. They’re led by sick people and they’re vicious, violent people. And if they had a nuclear weapon, they’d use it. As far as I’m concerned, it’s over." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Selain masalah Timur Tengah, Trump mengungkapkan kekecewaannya karena mayoritas anggota NATO menolak membantu AS dalam misi pengeboman dari pangkalan udara di Eropa. Trump juga mengungkit kembali klaimnya atas wilayah Greenland dari Denmark.

"Greenland is a big problem for us," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Terkait anggaran, Trump merasa Amerika Serikat menanggung beban finansial yang terlalu besar untuk melindungi negara-negara anggota lainnya.

"I’m very upset with Nato, that we pay far, far too much," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump memberikan perhatian khusus pada Spanyol yang menolak target kenaikan anggaran pertahanan menjadi 3,5 persen dari produk domestik bruto pada 2035. Dia mengancam akan menghentikan hubungan dagang dengan Madrid.

"I don’t want to do any trade with them, alright?" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Merespons pernyataan tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mendampingi Trump langsung memberikan konfirmasi persetujuan.

"Yes, sir." kata Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat.

Sebelum ketegangan meningkat akibat pertanyaan wartawan mengenai Iran, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sempat meredam situasi. Rutte memuji Trump karena berhasil mendorong para sekutu meningkatkan anggaran pertahanan ke tingkat standar AS.

"You did what [President Dwight] Eisenhower tried to do," ujar Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO.

Rutte menganggap pencapaian komitmen anggaran pertahanan baru tersebut sebagai bentuk keberhasilan diplomasi dari pihak Trump.

"It’s your win." kata Mark Rutte, Sekretaris Jenderal NATO.

Menanggapi pujian tersebut, Trump sempat melontarkan respons positif singkat mengenai sosok Rutte sebelum beralih menjawab pertanyaan dari media.

"That’s why I like him" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Sementara itu, Inggris juga sempat mendapat kritik dari Trump karena menunda izin penggunaan pangkalan RAF Fairford selama dua minggu dalam operasi militer awal tahun. Trump menyatakan penundaan tersebut memaksa pesawat pengebom AS terbang kembali ke pangkalannya.

"The United Kingdom wouldn’t let us use the island for two weeks, so we had to fly back," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Menanggapi ancaman perdagangan tersebut, sumber internal pemerintah Spanyol menyatakan situasi tetap dihadapi dengan tenang. Pemerintah Spanyol menegaskan komitmen untuk mempertahankan hubungan sosial, budaya, dan ekonomi yang sudah berjalan baik dengan Amerika Serikat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author