IHSG Ditutup Anjlok ke Level 5873 Akibat Pelemahan Saham Big Caps

Share

Indeks Harga Saham Gangguan (IHSG) anjlok sebesar 1,89 persen ke level 5.873 pada akhir perdagangan Rabu (8/7/2026) akibat terseret penurunan tajam saham-saham kapitalisasi besar (big caps), seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan emiten kelompok Barito Pacific, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

Pergerakan indeks terus tertekan sepanjang hari pada rentang level 5.984 hingga menyentuh titik terendah di posisi 5.872. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp10,54 triliun dari 22,69 miliar saham yang ditransaksikan, dengan dominasi aksi jual sebanyak 1,97 juta kali frekuensi.

Kemerosotan pasar modal ini dipicu oleh peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak mentah di atas 9 persen serta memicu aksi ambil untung (profit taking). Selain itu, riset Phintraco Sekuritas menyebutkan adanya faktor negatif dari laporan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang memasukkan Indonesia dalam status pemantauan untuk potensi penurunan kelas dari emerging market menjadi frontier market.

Kondisi pasar juga diperparah oleh penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia bulan Juni 2026 ke level 117,8 dari bulan sebelumnya sebesar 120,9. Angka tersebut menjadi capaian terendah dalam sembilan bulan terakhir sejak September 2025.

Penurunan kinerja IKK tersebut dipengaruhi oleh melemahnya persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja, tingkat pendapatan, serta prospek usaha ke depan menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas.

"Penurunan IKK mengindikasikan daya beli dan optimisme masyarakat mulai melambat, sehingga perkembangan konsumsi rumah tangga akan menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati pada paruh kedua 2026," terang BRI Danareksa dalam catatan terbarunya, Rabu.

Tekanan jual di bursa saham domestik tercermin dari melemahnya 482 saham, sementara hanya 191 saham yang menguat dan 116 saham lainnya bergerak stagnan. Sektor barang baku memimpin penurunan sebesar 4,35 persen, diikuti sektor properti minus 2,68 persen, dan sektor konsumen non-primer turun 2,49 persen.

Analisis teknikal dari RHB Sekuritas menunjukkan bahwa posisi penutupan IHSG gagal menembus area Fibonacci dan kembali bergerak di bawah level tersebut.

"Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan sehingga momentum penguatan belum terkonfirmasi," jelas RHB Sekuritas.

Pihak RHB Sekuritas menambahkan bahwa indeks sedang menguji area support terdekat, dengan proyeksi kelanjutan tren melemah ke rentang 5.800 hingga 5.745 pada perdagangan Kamis (9/7/2026) jika level support kembali ditembus.

Penilaian serupa disampaikan Panin Sekuritas yang mencatat pergerakan indeks gagal menghadapi uji resistance MA-20 di level 5.954 dan berakhir di bawah MA-5. Berdasarkan analisis Panin Sekuritas, kegagalan tersebut membuka peluang pelemahan lanjutan menuju titik previous low 5.607 hingga trendline jangka panjang di sekitar level 5.500.

Daftar Saham Big Caps dalam Jajaran Top Losers
No Nama Emiten Pengurangan Poin
1 PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 11,11
2 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 10,29
3 PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 8,91
4 PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 8,22
5 PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 6,62
6 PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 5,09
7 PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 4,67
8 PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 4,06
9 PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 2,98
10 PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) 2,77
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author