Investor Memburu Empat Saham Infrastruktur Kecerdasan Buatan

Share

Sektor saham infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan robotika mengalami lonjakan tajam hingga Juli 2026 akibat peningkatan berkelanjutan pada belanja pusat data global dan skala percontohan robot humanoid.

Dilansir dari Yahoo Finance, perusahaan raksasa NVIDIA tetap menjadi pemenang infrastruktur AI terbesar dengan rekor pendapatan yang kuat, sementara saham pendukung seperti Teradyne, Ouster, dan Vishay Precision Group (VPG) turut meningkat pesat.

Teradyne mencatat pendapatan kuartal pertama sebesar 1,28 miliar dolar AS berkat tingginya permintaan uji semikonduktor AI yang mengalir melalui pengujian setiap wafer pusat data.

"approximately 70% of our revenue tied to AI-related demand" kata Greg Smith, CEO Teradyne.

Di sisi lain, Ouster selaku spesialis persepsi lidar mencatat rekor pendapatan produk kuartal pertama sebesar 48,23 juta dolar AS yang didorong oleh pengiriman lebih dari 12.600 sensor.

"the foundational sensing and perception platform for Physical AI" ujar Angus Pacala, CEO Ouster.

Perusahaan tersebut juga mengamankan kontrak infrastruktur pintar BlueCity senilai jutaan dolar serta otomatisasi industri yang menambah ritme pendapatan berulang.

"strong demand from companies building foundational AI models and advanced robotics platforms." kata Angus Pacala, CEO Ouster.

Sementara itu, Vishay Precision Group yang memproduksi sensor presisi untuk sendi robot humanoid membukukan pendapatan kuartal pertama senilai 84,35 million dolar AS.

"$1.0 million of orders booked in the first quarter and initial engineering discussions underway with a fourth humanoid developer." kata Ziv Shoshani, CEO Vishay Precision Group.

Meskipun performa keuangan melonjak, ketiga saham infrastruktur tersebut menghadapi risiko penilaian valuasi yang tinggi serta potensi kerugian jika terjadi jeda pengeluaran AI di pasar global.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author