Saham JELI Melonjak 24 Persen Lebih pada Hari Kedua Perdagangan
PT Niramas Utama Tbk (JELI) kembali membukukan tren positif pada hari kedua perdagangannya di Bursa Efek Indonesia. Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, harga saham JELI dibuka menguat pada posisi Rp1.405 per lembar.
Nilai tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 24,89% jika disandingkan dengan harga penawaran umum perdana (IPO). Lonjakan ini meneruskan performa positif sejak hari pertama melantai di bursa saham.
Antusiasme pasar terhadap saham JELI menunjukkan optimisme investor pada prospek pertumbuhan jangka panjang. Faktor pendorongnya meliputi fundamental yang kuat, posisi pasar yang kokoh, serta strategi ekspansi bisnis berkelanjutan.
Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S Lukman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh investor kepada Perseroan sejak pencatatan saham perdana.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan investor kepada JELI. Pergerakan saham dalam dua hari pertama perdagangan mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek fundamental Perseroan ke depan. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujarnya.
Adhi menjelaskan bahwa dana hasil IPO akan dialokasikan untuk menyokong strategi pertumbuhan korporasi. Fokus utamanya adalah pembuatan produk anyar yang memiliki potensi pasar masif.
“Dana hasil IPO akan kami gunakan untuk mendukung pengembangan berbagai produk baru, termasuk kategori gummies dan inovasi produk jeli lainnya. Kami melihat peluang pertumbuhan pasar masih sangat besar, sehingga inovasi akan terus menjadi salah satu fokus utama Perseroan dalam meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan dan profitabilitas di masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai apresiasi pasar terhadap saham JELI merupakan refleksi dari kualitas fundamental Perseroan yang telah terbentuk puluhan tahun.
“Kami percaya terhadap sustainability bisnis JELI ke depan. Perseroan telah berdiri lebih dari 35 tahun dan berhasil membangun fondasi bisnis yang sangat kuat. Selama ini JELI secara konsisten terus menghadirkan inovasi melalui pengembangan produk-produk baru yang relevan dengan kebutuhan konsumen, sehingga mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader di industri confectionery, khususnya produk jelly dan gummies,” ujar Bernadus Wijaya.
Rekam jejak tersebut dipandang Bernadus menjadi stimulus utama investor dalam memberikan respons positif sejak awal perdagangan di pasar modal.
“Pasar saat ini semakin selektif dalam memilih perusahaan yang memiliki prospek jangka panjang. JELI memiliki kombinasi antara merek yang kuat, pangsa pasar yang dominan, kemampuan berinovasi, jaringan distribusi yang luas, serta manajemen yang telah berpengalaman menjalankan bisnis selama puluhan tahun. Tidak mengherankan apabila investor memberikan respons yang sangat positif terhadap Perseroan,” lanjutnya.
Bernadus melengkapi bahwa kesuksesan ini menjadi indikator positif bagi pasar modal Indonesia. Perusahaan dengan tata kelola baik dan strategi jelas terbukti tetap diapresiasi tinggi oleh investor.
Perseroan ke depan optimistis mampu mengokohkan dominasi pasar lewat inovasi produk, ekspansi jangkauan, hingga efisiensi operasional demi menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.