Istana Buckingham Pastikan Pangeran Harry Tidak Menginap di Sana

Share

Kunjungan Pangeran Harry ke Inggris kembali menarik perhatian publik secara luas. Selain menghadiri agenda amal di London dan Birmingham, tempat tinggal sementara sang pangeran dan peluang rekonsiliasi dengan Raja Charles III menjadi fokus perhatian.

Seperti dilansir dari HaiBunda, juru bicara Duke of Sussex menyatakan bahwa tawaran akomodasi di Istana Buckingham sebenarnya telah diterima. Namun, pihak kerajaan kemudian memastikan bahwa ia tidak akan menempati istana tersebut.

Kondisi ini memperpanjang spekulasi mengenai keharmonisan hubungan antara Pangeran Harry dan keluarga besarnya. Publik mempertanyakan apakah momen ini akan membuka ruang komunikasi bagi ayah dan anak tersebut.

"Oleh karena itu, tidak jelas mengapa, setelah secara resmi menerima tawaran akomodasi, tawaran tersebut kini ditarik kembali pada saat-saat terakhir," ujar juru bicara Duke of Sussex, dikutip dari laman BBC, Rabu (8/7/2026).

Silang pendapat ini mencerminkan dinamika komunikasi yang belum membaik antara pihak Sussex dan Istana Buckingham. Kedua pihak memegang narasi yang berbeda mengenai undangan menginap, tanpa ada kesepakatan penjelasan.

Persoalan ini diperkirakan dapat menambah kerumitan rencana pertemuan antara Raja Charles III dan Pangeran Harry yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa situasi akomodasi ini berkaitan erat dengan proses hukum yang sedang dihadapi oleh Pangeran Harry di Inggris. Berdasarkan laporan People, ia bersama figur publik lain sedang menuntut penerbit surat kabar, dengan keputusan yang dijadwalkan keluar pada 7 Juli.

Pihak Pangeran Harry menolak anggapan bahwa mereka sengaja menolak fasilitas dari kerajaan. Perwakilan Harry menjelaskan bahwa kepastian baru bisa diberikan setelah urusan proteksi keamanan mandiri selesai dirancang.

"Saya telah mengetahui beberapa informasi dari Istana Buckingham minggu lalu yang menunjukkan bahwa Duke belum menerima tawaran akomodasi di Kediaman Kerajaan," ungkap juru bicara.

"Setelah keputusan RAVEC untuk tidak menyediakan pengamanan bagi keluarganya, Duke menghabiskan minggu lalu untuk mengatur pengamanan alternatif. Setelah pengaturan tersebut selesai, ia dapat secara resmi menerima tawaran akomodasi untuk dirinya sendiri selama akhir pekan," sambungnya.

Namun, kepastian yang telah diatur tersebut dibatalkan seiring dengan keluarnya putusan pengadilan terkait Associated Newspapers Limited.

"Oleh karena itu, sangat mengecewakan bahwa tawaran tersebut kini telah ditarik kembali, dengan alasan putusan hari Selasa dalam kasus Associated Newspapers Limited," tutur juru bicaranya.

Sebaliknya, internal istana menyebutkan Pangeran Harry diberikan tenggat waktu hingga akhir pekan agar tim rumah tangga dapat melakukan persiapan. Harry diyakini sempat menolak rencana itu pada Sabtu, 4 Juli, sebelum akhirnya setuju di hari yang sama.

Agenda Invictus Games dan Ketidakhadiran Keluarga

Rangkaian aktivitas Pangeran Harry di London berfokus pada program Invictus Games yang dimulai pada hari Selasa. Jadwal ini bertepatan dengan momentum pembacaan putusan pengadilan atas kasus hukumnya.

Sebelumnya, Harry dan Meghan Markle berencana membawa Archie dan Lilibet ke Inggris untuk pertama kalinya sejak tahun 2022. Langkah ini mulanya ditujukan agar anak-anak mereka dapat mengenal lingkungan asal sang ayah serta bertemu langsung dengan Raja Charles III.

Ketidakhadiran keluarga kecilnya dalam kunjungan kali ini menimbulkan ketidakpastian baru mengenai keberlanjutan rencana reuni keluarga kerajaan tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author