Mobil McLaren Youtuber Andra ST Terbelah Dua Akibat Kecelakaan Tunggal
Insiden kecelakaan tunggal menimpa sebuah mobil McLaren yang dikemudikan oleh Youtuber asal Sukoharjo, Febrian Paundra Alditama atau yang dikenal sebagai Andra ST. Kendaraan mewah tersebut mengalami kerusakan parah hingga terbelah menjadi dua bagian saat melaju ke arah Solo.
Peristiwa ini bermula ketika Andra sedang melakukan perjalanan santai menuju Solo bersama rekannya, Robby Adek Pantjoro. Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi petaka ketika supercar yang dikendarainya tiba-tiba mengalami selip di jalan.
Dikutip dari Detik Oto, pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya hingga mobil oleng dan menabrak pagar. Setelah menghantam pagar, kendaraan terus melaju hingga menabrak tiang telepon dan tiang listrik. Kerasnya benturan membuat aki mobil terlempar dan mengenai pintu kaca sebuah minimarket.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan indikasi pengemudi mengantuk atau berada di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang. Insiden ini murni diduga karena pengemudi kehilangan kendali atas laju kendaraan asal Inggris tersebut.
"Tidak. Kondisi pengemudi dalam keadaan fit. Tidak terpengaruh alkohol, maupun mengantuk," ucapnya.
Andra dan Robby dilaporkan selamat dari kejadian nahas tersebut, meskipun keduanya harus mengalami sejumlah luka akibat benturan yang sangat keras.
"Pengemudi mengalami luka dahi lecet, pipi kanan bengkak, tangan kanan dan kiri nyeri, kaki kiri nyeri. Sementara penumpangnya mengalami luka dada nyeri dan lebam, dahi kanan lecet, pendarahan telinga kiri," ujar Ardian.
Mengendarai kendaraan sekelas McLaren membutuhkan pemahaman khusus dan tidak bisa disamakan dengan mobil biasa. Instruktur Keselamatan Berkendara Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengungkapkan bahwa keinginan untuk memacu kecepatan tinggi saat berada di dalam supercar memang sering muncul.
"Ada faktor psikis, baunya, dentuman suara knalpot ini akan memunculkan hormon endorfin, begitu kita di dalam sensasi yang namanya adrenalin naik. Ketika endorfin dibarengi adrenalin, maka logika sudah tidak main," kata Jusri.
Jusri menambahkan bahwa setiap pengemudi supercar setidaknya harus memahami tiga aspek mendasar, yaitu besaran tenaga kendaraan, sistem pengereman, dan performa pengendalian atau handling.
"Mobil-mobil ini handling-nya beda dengan mobil biasa, input kita sedikit, outputnya besar. Tapi konyol, mobil-mobil ini tidak selincah mobil-mobil biasa saat kita u-turn, steering input sedikit saja butuh beberapa kali putaran. Artinya kita tidak bisa fleksibel," terang Jusri.
"Karakter ini betul-betul dipahami, karena salah memberikan input dia akan out," lanjutnya.