Jokowi Bantah Ritual Adat Kaki di Atas Kepala Kerbau Terkait Politik
Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberikan klarifikasi mengenai aksi meletakkan kaki di atas kepala kerbau saat prosesi penyematan gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" di Lampung yang sempat memicu polemik politik, dilansir dari Bloomberg Technoz pada Rabu (08/07/2026).
Mantan kepala negara tersebut menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian murni dari ritual adat setempat serta bentuk penghormatan dari masyarakat adat Lampung. Foto yang beredar memperlihatkan dirinya duduk di kursi khusus sembari menginjak kepala kerbau hitam bermoncong putih, yang kemudian oleh sejumlah pihak dikaitkan dengan logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
“Jangan semua hal ditarik ke ranah politik. Sering ga sambung, kita harus terus menghargai adat istiadat, kearifan lokal, dan kebudayaan budaya kita. Budaya kita di sini beragam sekali,” ujar Jokowi kepada awak media, dikutip Rabu (08/07/2026).
Tanggapan berbeda datang dari internal partai berlambang banteng moncong putih mengenai pelaksanaan ritual adat mantan kader mereka tersebut.
Politisi PDIP Guntur Romli menilai aksi menginjak kepala kerbau itu merefleksikan sikap Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang terbuai dalam perilaku selayaknya raja. Ia mengaitkan hal tersebut dengan langkah politik keluarga mantan presiden itu dalam meraih kekuasaan.
“Meskipun sudah menjadi presiden dua periode, menjadikan anaknya Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden melalui manipulasi di Mahkamah Konstitusi, menantunya Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatra Utara, serta Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI,” ujar Guntur saat dihubungi Bloomberg Technoz, dikutip Senin (29/06/2026).
Guntur kemudian menambahkan penjelasan mengenai perbedaan komparatif antara satwa yang digunakan dalam ritual adat tersebut dengan lambang resmi partainya. Ia menegaskan bahwa banteng dikategorikan sebagai satwa yang dilindungi sehingga tidak boleh dijadikan kurban atau tumbal, berbeda dengan kerbau yang merupakan hewan ternak biasa.