Otoritas Pakistan Cari Lima Kru Pesawat Kargo K2 Airways
Otoritas penerbangan Pakistan mengerahkan tim penyelamat gabungan untuk mencari lima orang kru pesawat kargo Boeing 737-400 milik K2 Airways yang diduga jatuh di Laut Arab dekat Karachi pada Selasa (7/7/2026).
Operasi pencarian ini melibatkan kapal perang angkatan laut, pesawat Saab angkatan udara, pesawat ATR-72, dan pesawat PNZ Zulfiqar. Pemerintah setempat juga menggerakkan kapal dagang Lahore milik Perusahaan Pelayaran Nasional Pakistan ke lokasi kejadian.
Sebelum hilang kontak, pesawat dengan nomor registrasi AP-BOI tersebut sedang menempuh rute penerbangan logistik dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi. Berdasarkan data awal pelacak penerbangan, armada itu sempat kehilangan kecepatan sebelum turun secara vertikal.
"Pesawat Boeing 737 K2 Airways yang mengoperasikan Penerbangan Kargo Pakistan dalam rute dari Sharjah ke Karachi pada pukul 21.18 PST melaporkan adanya masalah pada sistem navigasi dan langsung dipandu oleh KARACHI ACC," dikutip dari laman X Pakistan Airports Authority.
Pihak otoritas menjelaskan bahwa kendala teknis tersebut langsung memicu penurunan ketinggian armada secara drastis di radar penerbangan.
"Namun, pada pukul 21.21 PST, pesawat terpantau di radar turun dengan sangat cepat disertai perubahan arah yang drastis. Setelah itu, kontak radar dan komunikasi terputus sekitar 155 mil laut di sebelah barat Karachi," jelas akun tersebut.
Upaya evakuasi segera diaktifkan oleh pemerintah setempat begitu komunikasi dengan awak pesawat terputus sepenuhnya di wilayah perairan tersebut.
"Menyusul kejadian tersebut, Pusat Koordinasi Penyelamatan (Rescue Coordination Centre) telah difungsikan dan operasi pencarian serta penyelamatan (SAR) bersama di laut dijalankan melalui berbagai instansi untuk menemukan pesawat yang hilang. Terdapat lima anggota kru di dalam pesawat tersebut," jelas pihak otoritas di laman X.
Data Flightradar 24 menunjukkan pesawat Boeing 737-4M0(BDSF) ini mulai digunakan K2 Airways pada 2024. Informasi rekam jejak armada mencatat bahwa pesawat ini awalnya beroperasi sebagai pesawat penumpang untuk Aeroflot pada 1999, kemudian digunakan oleh Garuda Indonesia pada 2004, sebelum akhirnya dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012 oleh TNT Airways dan ASL Airlines.