Kemlu RI Pantau Kasus Pembunuhan WNI di Hamamatsu Jepang

Share

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memantau penanganan kasus pembunuhan seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) berinisial KAH (20) yang tewas ditikam di apartemennya di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang, pada Rabu (8/7/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan secara intensif melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Korban diketahui menetap di negara tersebut bersama dengan pihak keluarganya.

"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo memantau penanganan kasus pembunuhan terhadap seorang WNI berinisial KAH (Wanita, 20 tahun). Insiden terjadi di apartemen korban di wilayah Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, Jepang," kata Heni Hamidah, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Pihak kepolisian setempat telah mengidentifikasi status korban yang tinggal bersama keluarganya. Terduga pelaku penganiayaan merupakan seorang pria berkewarganegaraan Kanada.

"Berdasarkan informasi dari Hamamatsu Nishi Police, korban merupakan WNI yang telah menetap di Jepang bersama keluarganya," tambah Heni Hamidah, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI.

Penyelidikan mendalam hingga kini masih terus berjalan untuk mengungkap motif di balik penikaman tersebut.

"Sementara terduga pelaku merupakan seorang pria WN Kanada yang tinggal di Jepang. Saat ini, kasus masih dalam proses penyelidikan oleh Kepolisian," ujar Heni Hamidah, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI.

Otoritas berwenang juga sedang mendalami peristiwa lain berupa kecelakaan kereta di sekitar lokasi kejadian yang diduga memiliki keterkaitan dengan insiden pembunuhan.

"Belum terdapat keterangan resmi dari otoritas yang berwenang terkait hubungan kasus ini dengan pria yang tertabrak kereta di dekat lokasi kejadian," ujar Heni Hamidah, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI.

Koordinasi berkala dengan aparat penegak hukum setempat terus berjalan demi memastikan penegakan hukum bagi korban.

"KBRI Tokyo akan terus memantau penanganan kasus tersebut melalui koordinasi intensif dengan otoritas setempat," sambung Heni Hamidah, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI.

Berdasarkan laporan Antara pada Selasa (7/7/2026), korban awalnya ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka tikam pada pukul 11.40 waktu setempat di apartemen tempat ia tinggal bersama orang tuanya, lalu dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Pihak kepolisian bergerak setelah tetangga korban melakukan panggilan darurat karena mendengar teriakan dan melihat seorang pria berpakaian hitam melarikan diri dari lokasi. Tidak lama setelah itu, seorang pria dengan pakaian serupa dilaporkan tewas tertabrak kereta di jalur rel JR Tokaido setelah masinis melihatnya melompati pagar pembatas di kawasan pemukiman yang berjarak 500 meter di barat stasiun kereta api JR Maisaka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author