Xbox PHK Massal Karyawan, Id Software Kehilangan Separuh Tim
Restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Xbox berdampak serius pada sejumlah studio di bawah naungannya. Dilansir dari Gamebrott, kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal ini merombak jajaran tim pengembang secara signifikan. Meski terjadi pengurangan tenaga kerja secara masif, Xbox mengumumkan belum ada proyek permainan yang dibatalkan.
Salah satu pengembang legendaris yang terkena imbas langsung dari keputusan ini adalah Id Software. Studio yang dikenal sebagai pionir genre tembak-menembak orang pertama (FPS) tersebut kehilangan sekitar separuh pekerjanya. Pengurangan ini memicu kekhawatiran mengenai kelanjutan proyek masa depan dari studio legendaris ini.
Informasi mengenai pemangkasan staf ini pertama kali terungkap melalui unggahan profesional dari mantan pekerja senior. Mantan senior Gameplay System Programmer Id Software, Michael Maynard, membagikan kabar tersebut lewat akun LinkedIn pribadinya.
Michael Maynard telah mendedikasikan kariernya selama 21 tahun di studio pengembang tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengonfirmasi bahwa dirinya termasuk dalam daftar karyawan yang terkena dampak pengurangan staf. Menurut penjelasan Michael Maynard, kebijakan pemangkasan ini mereduksi sekitar 50 persen dari total tenaga kerja studio. Ia telah mengawal berbagai proyek besar sejak era game RAGE hingga DOOM: Dark Ages.
Mantan pengembang tersebut mengungkapkan bahwa kabar buruk ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan baginya. Namun, ia menyayangkan posisi Id Software yang kini hanya diperlakukan sebagai aset dalam penataan ulang korporasi. Laporan dari Game Developer menyebutkan jumlah pekerja yang terdampak mencapai sekitar 90 pegawai. Angka ini menunjukkan skala pengurangan yang sangat masif di dalam internal pengembang gim tersebut.
Di sisi lain, terdapat perbedaan data mengenai jumlah pasti pekerja yang harus kehilangan pekerjaan mereka. Berdasarkan laporan dari Jeff Gardiner, jumlah staf yang terkena pemangkasan mencapai 95 pegawai. Spesialisasi dari para pekerja yang dilepas juga menjadi sorotan tersendiri dalam restrukturisasi ini.
Laporan dari Scott Miller menyatakan bahwa mayoritas karyawan yang terkena pemangkasan memegang posisi sebagai programmer. Kepergian sebagian besar tim pemrograman ini memicu spekulasi mengenai kelancaran operasional studio ke depan. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai bagaimana nasib proyek-proyek selanjutnya setelah kehilangan mayoritas pengembang.
Momentum pengurangan staf ini terhitung ironis karena terjadi tepat setelah pengumuman ekspansi terbaru mereka. Langkah efisiensi ini berjalan menyusul pengenalan Doom: Dark Ages pada ajang Summer Game Fest Juni lalu.
Proyek ekspansi teranyar dari seri permainan populer tersebut kini dilaporkan baru saja resmi dirilis ke pasar. Kehilangan separuh tim pengembang menimbulkan dugaan bahwa ini akan menjadi konten tambahan terakhir untuk gim tersebut.