Celtic Ungguli Dunfermline Athletic pada Babak Pertama Final Piala Skotlandia
Klub raksasa Celtic Glasgow berhasil unggul dua gol tanpa balas atas tim kasta kedua Dunfermline Athletic pada babak pertama pertandingan final Piala Skotlandia di Stadion Hampden Park, Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00 waktu setempat.
Dua gol keunggulan tim asuhan Martin O'Neill tersebut masing-masing dicetak melalui tendangan melambung Daizen Maeda dan aksi Arne Engels setelah sebelumnya bek Liam Scales sempat menyelamatkan gawang Celtic dari ancaman pemain Dunfermline, Callumn Morrison.
Pertandingan puncak ini menjadi momentum besar bagi Celtic untuk mengunci gelar ganda domestik musim ini, sekaligus mengejar trofi Piala Skotlandia ke-43 sepanjang sejarah klub setelah sebelumnya memastikan gelar juara Liga Utama Skotlandia kelima secara beruntun.
Dilansir dari TechRadar, Celtic melangkah ke partai final setelah menyingkirkan rival abadi mereka, Rangers, lewat adu penalti di babak perempat final dan menumbangkan St Mirren dengan skor telak 6-2 di babak semifinal.
Sebaliknya, Dunfermline Athletic yang dilatih oleh Neil Lennon berhasil mencapai laga pemungkas dengan catatan impresif tanpa kebobolan di fase gugur setelah mengalahkan tim-tim kasta tertinggi seperti Hibernian, Aberdeen, dan Falkirk.
Sebelum laga ini, atmosfer luar biasa melanda Kota Dunfermline di wilayah Fife di mana pertokoan bersolek dengan hiasan bendera hitam-putih, logo klub, serta replika trofi dari karton demi memberikan dukungan penuh bagi skuad berjuluk The Pars tersebut.
Pihak manajemen Dunfermline FC melalui media sosial resmi mereka menyampaikan apresiasi yang mendalam atas loyalitas dan solidaritas yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha lokal menjelang pertandingan penutup musim ini.
"Kami meminta Anda untuk menjadi bagian dari ini dan, sekali lagi, Anda tidak mengecewakan. Sebuah kota di belakang kami." tulis manajemen Dunfermline FC.
Pihak manajemen klub mengapresiasi keterlibatan aktif dari berbagai sektor usaha mulai dari agen properti hingga gerai makanan setempat yang turut menyemarakkan suasana kota.
"Terima kasih kepada semua bisnis lokal yang mengambil bagian dan terus menampilkan pesan semoga sukses menjelang hari Sabtu." tambah pihak Dunfermline FC.
Euforia publik ini juga direspons oleh media lokal Dunfermline Press yang menerbitkan surat kabar mingguan edisi khusus dengan empat versi halaman depan suvenir berbeda yang menampilkan figur manajer Neil Lennon beserta para pemain utama.
"Ini adalah momen besar bukan hanya untuk Dunfermline Athletic, tetapi untuk para penggemar dan kota itu sendiri." kata Scott McCartney, Head of Content Dunfermline Press.
McCartney menjelaskan bahwa tim desain mereka berupaya keras menangkap optimisme publik ke dalam halaman depan suvenir bersamaan dengan penerbitan buklet khusus serta sisipan koran setebal 16 halaman.
"Kami tidak bisa memikirkan cara yang lebih baik untuk menandai peristiwa ini selain memamerkan tim yang membawa kami ke sini." ujar Scott McCartney.
Pemberitaan khusus tersebut menyajikan berbagai kisah eksklusif mengenai jajaran pelatih dan pemain, sekaligus merekam perjalanan panjang para suporter setia sepanjang musim ini.
"Ada gelombang positivitas yang nyata tentang Pars saat ini dan tim desain kami yang luar biasa telah melakukan pekerjaan hebat dalam menangkap optimisme itu di halaman depan suvenir ini, yang kami harapkan akan menjadi hit besar bagi para penggemar." tutur Scott McCartney.
Melalui liputan mendalam tersebut, Dunfermline Press berkomitmen untuk terus mengawal perjuangan klub dan memastikan aspirasi seluruh pendukung tersampaikan dengan baik di momen bersejarah ini.
"Berkat tim editorial yang fantastis, kami juga memproduksi publikasi khusus Cup Final edisi terbatas, yang tersedia untuk dibeli oleh para pendukung, selain Dunfermline Press mingguan kami yang memiliki pull-out Cup Final 16 halaman terseni." ucap Scott McCartney.
Edisi suvenir khusus ini diharapkan menjadi pemersatu semangat para pendukung menjelang bentrokan sengit kontra juara bertahan Scottish Premiership tersebut.
"Selain cerita eksklusif tentang para pemain dan pelatih, kami juga menangkap perjalanan para penggemar dan apa arti pertandingan ini bagi mereka. Saya sangat bangga dengan tim yang menyatukan ini." sebut Scott McCartney.
Media lokal tersebut berupaya menjadi representasi kehadiran para suporter di momen bersejarah ini.
"Ini adalah momen besar bagi para penggemar Pars dan kami ingin mereka tahu bahwa Dunfermline Press ada di sana bersama mereka." kata Scott McCartney.
Di kubu Celtic, manajer interim Martin O'Neill menegaskan keengganannya untuk membahas kelanjutan kontrak kerja di klub menjelang laga krusial ini.
"No, I don't think there's anything to be discussed," kata Martin O'Neill, Manajer Celtic.
Pria berusia 74 tahun tersebut juga menyatakan keraguan atas kapasitas fisiknya untuk tetap melatih di masa mendatang karena faktor usia.
"If you ask me today, I really wouldn't have the energy to do it at this minute. I'm of a grand old age. I will live fewer days than I've lived already," ujar Martin O'Neill.
Meskipun merasa kelelahan dengan tuntutan pekerjaan, O'Neill mengaku tetap merasakan kepuasan batin dan penyegaran selama mendampingi para pemain muda di tempat latihan.
"Who knows? I've certainly found energy from somewhere. I think it's to do with working with a lot of people, fantastic young coaches for me. And also, walking onto the training ground every single day and seeing a lot of young men, I really feel a rejuvenation. I really feel a resurgence of sorts, more than anything else. And that feeling hasn't left me to this day. I'm tired, but that feeling hasn't left me to this day," tutur Martin O'Neill.
Kepada CelticTV, O'Neill menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tim sejauh ini dan optimistis para pemainnya mampu mempertahankan konsentrasi penuh demi meraih piala.
"It 'll be a big challenge indeed. Dunfermline have already knocked out three Premiership teams along the way, so they deserve to be here." kata Martin O'Neill.
Ia menambahkan bahwa atmosfer positif sejak memenangkan liga pekan lalu menjadi modal berharga bagi timnya di Hampden Park.
"We've got to be right for the game, we've had a great couple of days, and it's been fantastic since Saturday evening. It's been really fantastic, but now it's total concentration on the game, which I believe the players, having come this far, will want to finish it." ujar Martin O'Neill.
O'Neill mengapresiasi motivasi para pemainnya yang ingin menutup musim kompetisi dengan pencapaian terbaik.
"The players are really up for the game. There's a strong mood in the camp wanting to do it and not let people down, having come this far." tutur Martin O'Neill.
O'Neill juga mengakui bahwa kebahagiaan setelah mengunci gelar juara liga domestik masih terasa di dalam skuad.
"The euphoria of last Saturday has definitely hung around for a few days, which you would expect." ucap Martin O'Neill.
Kepada BBC Scotland, O'Neill mengungkapkan rasa bangganya bahwa pelatih dengan pengalaman panjang seperti dirinya masih memiliki peran penting dalam sepak bola modern.
"The pleasing thing for me, if I truly reflect on it, is there is still a place in this game for older gentlemen." kata Martin O'Neill.
Ia sempat merasa khawatir saat pertama kali mengambil alih kursi kepelatihan interim pada Oktober tahun lalu setelah lama tidak melatih.
"Despite the tactics that are involved now in the game, I do believe someone with some sort of experience can still play a part in proceedings." ujar Martin O'Neill.
O'Neill menyatakan kekhawatiran awalnya bukan karena takut merusak reputasi masa lalunya, melainkan karena faktor usianya.
"When I first stepped in way back in October, that was my main concern. Not having managed for some time, there are different ways of playing the game." tutur Martin O'Neill.
Kendati demikian, keberhasilan membawa Celtic melaju hingga ke babak final ini memberikan kebanggaan tersendiri baginya.
"That was my concern, not about destroying anything I might have done 20-odd years ago, but being too old to be in this game. That is certainly a great sense of pride for me now." sebut Martin O'Neill.
Pertandingan babak kedua dipastikan akan berjalan lebih sengit mengingat Dunfermline Athletic berambisi mengejar ketertinggalan demi meraih trofi Piala Skotlandia ketiga mereka sepanjang sejarah klub sejak terakhir kali memenangkannya pada musim 1967-1968 silam.