Saham BACH dan EMMI Melonjak dalam Debut Perdana di BEI
Dua perusahaan baru resmi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/2026), dengan mencatatkan lonjakan harga saham yang signifikan pada pembukaan perdagangan.
Dilansir dari Detik Finance, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menjadi emiten keempat dan kelima yang melantai di bursa sepanjang tahun ini. Pada papan perdagangan, saham BACH melonjak 24,43 persen ke posisi Rp550 per saham, sementara saham EMMI menguat 9,57 persen ke level Rp515 per saham.
Dalam aksi korporasi ini, BACH melepaskan 615 juta lembar saham baru yang setara dengan 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perusahaan yang mematok harga penawaran awal sebesar Rp400 hingga Rp500 per saham tersebut berhasil meraup dana segar senilai Rp307,5 miliar melalui penjamin emisi PT Erdikha Elit Sekuritas dan PT Pilarmas Investindo Sekuritas.
Kondisi ekonomi domestik dinilai menjadi peluang besar bagi keberlanjutan bisnis perseroan di masa mendatang.
"Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang. Dengan pengalaman, kompetensi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, PT BACH Multi Global siap mengambil peran strategis dalam menangkap berbagai peluang tersebut," ungkap Budi Kurniawan, Direktur Utama BACH pada Rabu (8/7/2026).
Sementara itu, EMMI melepas sebanyak 522,86 juta saham baru atau sebesar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dari langkah ini, EMMI berhasil menghimpun dana sebesar Rp269,27 miliar setelah mematok harga penawaran awal pada kisaran Rp446 hingga Rp515 per saham.
Untuk memuluskan proses pencatatan perdana ini, EMMI menunjuk empat sekuritas sebagai penjamin emisi efek, yaitu PT Ina Sekuritas Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Investindo Nusantara Sekuritas.
Pihak manajemen menyatakan bahwa momentum masuknya perusahaan ke pasar modal menandai langkah awal ekspansi jangka panjang di sektor medis.
"Pencatatan perdana saham EMMI ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen kami untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang nyata bagi sektor kesehatan di Indonesia," ungkap Florian Chris Widjaja, Direktur Utama Esa Medika Mandiri.