Harga Emas Antam Naik Rp 80.000 Menjadi Rp 2.725.000 Per Gram
Lonjakan signifikan melanda pasar emas domestik pada Kamis (20/8/2026), dengan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 80.000 menjadi Rp 2.725.000 per gram di Logam Mulia.
Berdasarkan pembaruan data resmi Logam Mulia pukul 08.30 WIB, kenaikan juga terjadi pada harga jual kembali (buyback) sebesar Rp 80.000, sehingga posisinya terangkat ke level Rp 2.585.000 per gram.
Pergerakan naik ini turut merambah komoditas emas di Pegadaian pada Kamis siang, di mana pecahan 1 gram untuk Galeri 24 naik Rp 53.000 menjadi Rp 2.698.000, Antam naik Rp 81.000 menjadi Rp 2.766.000, dan UBS naik Rp 55.000 menjadi Rp 2.772.000.
| Ukuran | Harga (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.412.500 |
| 1 gram | 2.725.000 |
| 2 gram | 5.390.000 |
| 3 gram | 8.060.000 |
| 5 gram | 13.400.000 |
| 10 gram | 26.745.000 |
| 25 gram | 66.737.000 |
| 50 gram | 133.395.000 |
| 100 gram | 266.712.000 |
| 250 gram | 666.515.000 |
| 500 gram | 1.332.820.000 |
| 1.000 gram (1 kg) | 2.665.600.000 |
Penguatan di pasar internasional menjadi pendorong utama lonjakan harga dalam negeri, setelah harga emas spot melesat 3,6 persen ke level 4.487,91 dollar AS per ons pada perdagangan Rabu (19/8/2026) waktu setempat.
Menurut laporan Reuters, harga emas spot sempat menyentuh posisi 4.499,20 dollar AS per ons yang merupakan level tertinggi sejak 4 Juni 2026, sementara emas berjangka AS ditutup menguat 2,8 persen ke posisi 4.545,30 dollar AS per ons.
Pengumuman kebijakan Departemen Keuangan AS untuk menggandakan operasi pembelian kembali obligasi jangka panjang menekan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 30 tahun dan meluruhkan indeks dollar AS sebesar 0,8 persen.
Meskipun risalah rapat Federal Reserve menunjukkan kesiapan pejabat untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 28-29 Juli jika inflasi bertahan tinggi, indikator CME Group FedWatch Tool mencatat peluang sebesar 65 persen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15-16 September mendatang.