BNPB Kerahkan Berbagai Metode Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan berbagai metode khusus untuk mengatasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, yang belum sepenuhnya padam setelah berlangsung lebih dari satu pekan.
Hingga Senin (6/7/2026), area yang hangus dilaporkan mencapai luas 14 hektare dengan kepulan asap dan kobaran api yang masih terlihat di lokasi kejadian perkara, dilansir dari Detikcom.
Progres penanganan titik api di lapangan saat ini mencatatkan perkembangan yang cukup berarti di bawah kendali tim gabungan.
"Progres pemadaman mengalami kemajuan yang signifikan mencapai 45% dari total lahan terbakar seluas 14 hektare," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (7/7/2026).
Strategi penanganan di area timbunan sampah ini membutuhkan teknik tersendiri karena karakteristik titik api yang berada di lapisan dalam.
"Upaya pemadaman kebakaran lahan TPA ini membutuhkan penanganan khusus karena jenis lahan menyerupai lahan gambut di mana api tidak berada di permukaan, namun membara di dalam tumpukan sampah. Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai metode," kata Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Pasukan di darat mengombinasikan penyemprotan atas dan suntikan air ke bawah, sementara unit helikopter menyiramkan air dari jalur udara memanfaatkan sumber air terdekat.
"Kebutuhan air untuk pemadaman didukung dengan tersedianya danau atau embung yang berada di dekat lokasi kebakaran. Hal ini memudahkan helikopter melakukan pengisian ember sebagai water bombing dan selang air," ucap Brigjen TNI Djohan Darmawan.
Sejak awal pekan, durasi kerja petugas pemadam di darat diperpanjang hingga malam hari guna memaksimalkan proses pembasahan zona timbunan.
"Operasi pemadaman akan dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB untuk satgas darat. Tim Damkar dan Manggala Agni akan melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah," ujar Brigjen TNI Djohan Darmawan.
Langkah ini diambil demi memutus jalur api yang bersembunyi di bawah permukaan tumpukan sampah TPA.
"Metode ini sifatnya pembasahan lahan agar api dalam tumpukan segera padam. Dengan perpanjangan waktu operasi ini diharapkan upaya pemadaman berjalan secara optimal," sambung Brigjen TNI Djohan Darmawan.
Insiden di Kabupaten Tangerang ini juga menjadi peringatan bagi wilayah lain untuk bersiap menghadapi potensi bencana serupa sepanjang musim kemarau.
"Peristiwa kebakaran lahan pembuangan akhir sampah Jatiwaringin hendaknya menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Upaya pembasahan lahan TPA dapat dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan. BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah rumah tangga di sekitar permukiman," kata Brigjen TNI Djohan Darmawan.