Persib Bandung Raih Gelar Juara Super League Tiga Kali Beruntun

Share

Keberhasilan Persib Bandung mengunci takhta juara Super League musim 2025/2026 pada Sabtu (23/5/2026) memicu selebrasi besar-besaran dari ribuan pendukung yang memadati area dalam dan luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api serta melumpuhkan kawasan Jalan Asia Afrika.

Hasil imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di laga pamungkas sudah cukup bagi Maung Bandung untuk bertengger di puncak klasemen akhir dengan koleksi 79 poin dari 34 pertandingan. Skuad asuhan Bojan Hodak tersebut unggul catatan head-to-head dari Borneo FC Samarinda yang berada di peringkat kedua dengan raihan poin sama.

Prestasi ini sekaligus mengukir sejarah baru bagi sepak bola nasional karena Persib Bandung menjadi satu-satunya klub yang berhasil mempertahankan gelar juara selama tiga musim berturut-turut, yakni pada musim 2023/2024, 2024/2025, and 2025/2026.

Kepadatan massa pendukung di Jalan Asia Afrika terpantau terjadi sejak sore hari saat warga menggelar acara nonton bareng. Menjelang akhir laga, situasi jalanan kian semarak seiring dinyalakannya flare oleh sejumlah orang di tengah kemacetan total yang tidak diiringi protes dari para pengguna jalan.

"Juara," teriak warga Bandung saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan penentu tersebut, dilansir dari CNN Indonesia.

Kerumunan massa pendukung dilaporkan masih bertahan di pusat kota hingga malam hari untuk merayakan pencapaian monumental klub kebanggaan mereka.

"Tetap loyal dan juara di hari masyarakat. Pokok na the best," ujar Kurniawan, salah seorang warga Bandung.

Kemacetan di kawasan pusat kota diperkirakan masih akan berlanjut karena lokasi tersebut telah dijadwalkan menjadi titik akhir dari rute konvoi kemenangan para pemain Persib yang bergerak dari Gedung Sate pada Minggu (24/5/2026).

Apresiasi atas keberhasilan Maung Bandung turut datang dari pihak lawan lewat pernyataan resmi kepelatihan selepas rangkaian pertandingan kompetisi musim ini berakhir.

"Pertama kami ucapkan selamat kepada Coach Bojan, karena tidak mudah bisa dapat piala tiga kali berturut-turut. Itu tidak mudah. Selamat buat dia," ujar Fabio Lefundes, Pelatih Borneo FC Samarinda.

Juru taktik asal Brasil tersebut menilai kompetitornya memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh timnya sepanjang mengarungi kompetisi.

"Saya yakin dia tidak punya separuh dari masalah yang kita punya di sini. Dia punya banyak pemain berkualitas dan terlalu banyak pilihan, terutama pemain muda," kata Fabio Lefundes.

Faktor lain yang dianggap menjadi pembeda dalam perburuan gelar juara musim ini adalah masifnya basis massa pendukung tim lawan yang konsisten hadir memberikan suntikan motivasi.

"Dia juga bekerja di salah satu tim yang punya banyak suporter," lanjut Fabio Lefundes.

Meski gagal finis di posisi pertama meski memiliki poin sama di akhir musim, arsitek tim Pesut Etam itu menegaskan tetap bangga dengan kerja keras seluruh elemen di dalam klubnya.

"Tapi saya tidak mau komplain. Saya harus bersyukur kepada Tuhan karena kita juga sudah berjuang sampai akhir kompetisi," ucap Fabio Lefundes.

Dirinya menganggap performa yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang musim ini sudah melampaui ekspektasi dalam persaingan ketat di papan atas.

"Saya berterima kasih kepada para pemain. Mereka berjuang luar biasa, staf pelatih juga luar biasa. Kita kerja sangat luar biasa," tutur Fabio Lefundes.

Rentetan pujian terhadap performa konsisten sang rival menjadi penutup dari pernyataan pers tim kepelatihan asal Samarinda tersebut.

"Sekali lagi selamat buat Coach Bojan dan tim Persib Bandung," tutup Fabio Lefundes.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author