Delapan Tim Bersaing di Babak Perempat Final Piala Dunia 2026
Sebanyak delapan tim terbaik resmi mengamankan tempat untuk bertarung di babak perempat final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat mulai Jumat, 10 Juli 2026 WIB.
Kepastian tersebut didapatkan setelah Swiss menjadi tim terakhir yang lolos usai menumbangkan Kolombia lewat adu penalti dengan skor 4-3 di Stadion BC Place Vancouver, Kanada. Hasil pertandingan tersebut sekaligus menggenapi seluruh slot bagan fase delapan besar.
Komposisi tim di babak perempat final ini didominasi oleh enam raksasa dari benua Eropa, yakni Prancis, Spanyol, Norwegia, Inggris, Belgia, dan Swiss. Sementara itu, Argentina menjadi satu-satunya wakil benua Amerika yang tersisa, didampingi Maroko sebagai satu-satunya utusan dari Afrika.
Laga pembuka fase delapan besar akan menyajikan duel antara Prancis dan Maroko di Stadion Boston, Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.00 WIB. Pertandingan ini menjadi momen ulangan semifinal Piala Dunia 2022 yang saat itu dimenangkan oleh skuad Les Bleus dengan skor 2-0.
Selanjutnya, Spanyol dijadwalkan menghadapi Belgia di Stadion Los Angeles pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Spanyol membawa misi melanjutkan tren positif usai memenangi Piala Eropa dua tahun lalu, sedangkan Belgia bertekad menutup era generasi emas mereka dengan raihan trofi.
Dua pertandingan sisa akan digelar pada Minggu, 12 Juli 2026. Norwegia akan menantang Inggris di Stadion Miami pukul 04.00 WIB, disusul oleh pertandingan antara Argentina melawan Swiss di Stadion Kansas pada pukul 08.00 WIB.
Dilansir dari sport.detik.com, laga melawan Inggris menjadi catatan sejarah bagi Norwegia yang berhasil menembus babak delapan besar untuk pertama kali setelah absen selama 28 tahun di Piala Dunia. Di sisi lain, Inggris mengusung ambisi besar untuk mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung selama 60 tahun.
Pada pertandingan penutup, Argentina di atas kertas lebih diunggulkan saat bersua Swiss. Kendati demikian, performa skuad asuhan Lionel Scaloni yang harus berjuang keras pada dua laga sebelumnya membuka celah bagi Swiss untuk memberikan kejutan.