Ketahui Perbedaan Nyeri Ginjal dan Sakit Punggung Biasa

Share

Banyak orang kerap merasa cemas saat mengalami rasa sakit di area punggung dan langsung mengaitkannya dengan gangguan organ ginjal. Sebaliknya, sebagian individu justru mengabaikan keluhan pada ginjal karena mengira kondisi tersebut hanyalah pegal otot biasa akibat kelelahan fisik. Karakteristik dan lokasi rasa sakit akibat gangguan ginjal secara medis mempunyai perbedaan yang sangat kontras dengan sakit punggung umum.

Pemahaman mengenai perbedaan ini menjadi poin krusial agar Anda bisa menentukan langkah penanganan yang tepat dan memperoleh diagnosis akurat dari dokter. Letak organ ginjal berada di bawah rongga tulang rusuk dan tepat memosisikan diri di kedua sisi tulang belakang. Sakit yang bersumber dari organ ini umumnya dirasakan pada area panggul, yaitu wilayah tubuh di antara tulang rusuk dan pinggul, bagian bawah rusuk belakang, atau area punggung atas di sekitar pinggang.

Dikutip dari Detik Health, gangguan ini biasanya hanya memicu rasa sakit pada salah satu sisi tubuh, tergantung pada bagian organ yang bermasalah. Hal ini dikonfirmasi berdasarkan informasi yang dihimpun dari Verywell Health mengenai anatomi letak organ tersebut.

Sementara itu, rasa sakit akibat masalah otot, jaringan saraf, atau struktur tulang belakang dapat muncul di area mana saja mulai dari leher hingga tulang ekor. Keluhan pada punggung bawah umumnya memengaruhi kedua sisi tubuh secara bersamaan dan memiliki kecenderungan menjalar hingga ke area bokong.

Mengenal Karakteristik Rasa Sakit

Rasa sakit yang dipicu oleh gangguan ginjal biasanya terasa sebagai nyeri tumpul yang bersifat konstan serta menetap, atau berupa sensasi tajam yang datang mendadak lalu memburuk seiring berjalannya waktu. Sensasi ini dirasakan seperti berasal dari bagian dalam tubuh. Ketidaknyamanan akibat organ ginjal tidak akan mereda meskipun Anda sudah mencoba beristirahat atau mengubah posisi tidur dan duduk. Karakteristik ini menjadi pembeda utama dengan gangguan mekanis pada struktur tubuh belakang.

Pada kasus sakit punggung biasa, sensasi yang muncul sering digambarkan seperti rasa menusuk atau ketegangan otot. Keluhan ini umumnya bakal membaik saat tubuh diistirahatkan atau berganti posisi, namun dapat memicu rasa lebih sakit ketika melakukan gerakan fisik tertentu. Kondisi gangguan otot atau tulang ini juga kerap dibersamai dengan sensasi kaku pada tubuh. Dampak lainnya bisa berupa kesulitan untuk berdiri tegak hingga munculnya rasa mati rasa yang merambat turun ke bagian kaki.

Mengidentifikasi Gejala Penyerta Lain

Gangguan kesehatan pada ginjal, seperti penyakit batu ginjal, infeksi pielonefritis, hingga kanker ginjal, hampir selalu memicu kemunculan gejala sistemik lainnya. Tubuh bakal menunjukkan tanda-tanda klinis yang lebih kompleks.

Beberapa tanda penyerta gangguan organ ini meliputi munculnya demam dan menggigil apabila terjadi infeksi, serta rasa mual hingga muntah. Perubahan juga terjadi pada urine yang berwarna keruh atau gelap, intensitas buang air kecil meningkat, atau muncul rasa sakit saat berkemih. Pasien juga bisa merasakan tubuh lemas, pusing kepala, hingga mendeteksi adanya rasa logam pada area mulut.

Sebaliknya, sakit punggung murni umumnya dipicu oleh problem mekanis seperti cedera otot lumbosakral, saraf terjepit atau hernia diskus, serta pengapuran tulang akibat penuaan. Masalah mekanis pada punggung tersebut berlangsung tanpa disertai adanya gangguan sistem berkemih ataupun kemunculan demam tinggi. Jika Anda merasakan ketidaknyamanan di area belakang tubuh dan merasa ragu terhadap pemicunya, segera lakukan pemeriksaan medis ke dokter.

Melalui rangkaian pemeriksaan fisik, tes urine, serta pengujian sampel darah sederhana, pihak dokter dapat mengidentifikasi secara akurat apakah keluhan tersebut berasal dari gangguan ginjal atau sekadar masalah otot.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author