Celtic Imbangi Shelbourne 1-1 Lewat Gol Penalti Shin Yamada

Share

Klub juara Skotlandia Celtic FC bermain imbang 1-1 melawan tim asal Irlandia Shelbourne dalam laga persahabatan pramusim di Stadion Tolka Park, Dublin, pada Selasa (7/7/2026) malam.

Hasil tersebut diraih setelah eksekusi penalti telat dari Shin Yamada pada menit ke-91 menyelamatkan tim asuhan Martin O'Neill dari kekalahan.

Dilansir dari laporan scotsman.com dan glasgowworld.com, pertandingan pembuka musim panas ini disiarkan langsung melalui Premier Sports Channel 2 serta layanan penyiaran CelticPlayer.

Shelbourne memimpin terlebih dahulu pada menit ke-88 melalui penalti Harry Wood setelah Adam Montgomery melanggar James Bailley, sebelum disamakan oleh Yamada tiga menit kemudian akibat pelanggaran terhadap Arne Engels.

Manajer Celtic, Martin O'Neill, menurunkan 22 pemain berbeda yang dibagi dalam dua tim terpisah pada setiap babak karena absennya sejumlah pilar penting yang berlaga di Piala Dunia 2026.

James Forrest tampil pada paruh pertama bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-35, sementara kapten Callum McGregor aktif mengalirkan bola dan membuka peluang emas bagi Callum Osmand pada menit kesembilan.

Gelandang Paulo Bernardo mendapatkan dua peluang beruntun pada menit ke-26, sedangkan sepakan James Roache dari Shelbourne membentur tiang gawang luar Celtic pada menit ke-16.

Memasuki babak kedua, Celtic mengganti seluruh skuad dengan memasukkan Liam Scales, Maik Nawrocki, Arne Engels, dan Luke McCowan yang sempat mengancam lewat tendangan kaki kiri pada menit ke-70.

Keputusan untuk bertahan di Celtic Park diambil oleh sang manajer setelah membawa klub meraih gelar ganda Liga Skotlandia dan Piala Skotlandia pada musim lalu.

“I’m here at least another year, it depends on results like everything else but yeah, it was strange in the sense that if I'd been asked about it a day after we'd done it (the double), I don't think I would have the energy.” kata Martin O'Neill, Manajer Celtic.

O'Neill mengakui bahwa masa liburannya terasa sangat singkat karena perhatiannya langsung tersita untuk merancang agenda pramusim dan mendatangkan pemain baru guna menambah kedalaman tim.

“I suppose deep down really, if I'm being honest about it, probably think if you felt ok about maybe late July, August or September time and things had moved on without you, then you think, ‘oh gosh, maybe I would like to have stayed on’ or something I guess. So I tried to project myself a couple of months further forward, as you can see, I don't feel all that fantastic so far. The holiday that I had lasted about 15 minutes, I think, it feels as if it was like 5 days ago or something since we won. All of that there will change, we'll get pre-season, try and get a couple of players in to augment the squad, and try and get going.” ujar Martin O'Neill, Manajer Celtic.

Ia juga mengambil contoh pemecatan manajer di klub besar seperti Liverpool untuk menegaskan bahwa industri sepak bola modern sepenuhnya digerakkan oleh hasil akhir pertandingan.

“It's the results business. I've seen this in the past, it's evidential every single week of the footballing season, that what somebody has done in the past does not count for very much. For instance, Liverpool would stay with their manager, he'd won the league the previous year and is no longer the manager of the football club.

It can happen and it would be the same here. You don't get results, it's totally driven by results, but what I would like to try and do this season is, I've said about managing in a different fashion to what I used to do years ago. I think I can marry the both in many aspects.” tutur Martin O'Neill, Manajer Celtic.

Setelah menyelesaikan pertandingan di Dublin ini, skuad Celtic dijadwalkan terbang menuju Portugal untuk melanjutkan pemusatan latihan pramusim mereka dan menantang Sporting CP.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author