Suporter Dunfermline Athletic Keliling Dunia demi Final Piala Skotlandia

Share

Sejumlah pendukung Dunfermline Athletic dari berbagai belahan dunia seperti Australia, Amerika Serikat, dan Belanda melakukan perjalanan jauh ke Skotlandia untuk menyaksikan tim mereka berlaga di final Piala Skotlandia melawan Celtic pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Dilansir BBC Scotland News, rombongan suporter klub kasta kedua itu bertekad mengawal perjuangan anak asuh Neil Lennon yang berpeluang mencetak sejarah baru setelah terakhir kali mengangkat trofi tersebut pada tahun 1968.

Mark Smith bersama putranya yang berusia 11 tahun, Jake, langsung memesan tiket penerbangan dari New South Wales, Australia, hanya beberapa jam setelah Dunfermline menyingkirkan Falkirk di babak semifinal melalui adu penalti.

"We watched the game in the middle of the night by the time it got to penalties it was 7:00." kata Mark Smith, salah satu suporter.

Perjalanan tersebut menjadi sangat emosional bagi Mark karena sepupunya, Matty Todd, merupakan salah satu pemain andalan Dunfermline yang akan bertanding di Stadion Hampden Park.

"We booked flights that morning. My cousin is Matty Todd so it will be really special." ujar Mark Smith.

Keluarga besar Mark, termasuk nenek buyut Jake, turut berangkat menggunakan bus bersama 80 pendukung lainnya menuju Glasgow demi menyaksikan sang idola berlaga.

"There is a bus with 80 of us driving over tomorrow morning." ucap Mark Smith.

Mark menambahkan bahwa putranya yang lahir di Australia selalu mendukung klub manapun yang dibela oleh Matty Todd di atas lapangan.

"Our whole family is going – even my great grandma." tutur Mark Smith.

Meskipun anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya di Australia lebih mengenal bintang dunia, Jake tetap mengagumi sepupunya sebagai pemain terbaik.

"My son was born in Australia but his Scottish team is just whoever Matty is playing for," kata Mark Smith.

Mark berharap Matty Todd mampu menyumbang gol dalam pertandingan krusial penentu gelar juara ini.

"I coach his football team. Most of the kids there only really know Celtic or Rangers, when I ask who their favourite players are they all say Messi or Ronaldo." ujar Mark Smith.

Mark meyakini laga melawan jawara Premiership tersebut akan tetap terasa luar biasa bagi seluruh keluarga besarnya.

"And my son Jake says, 'Matty Todd is my favourite player,' and they ask 'who?'" ucap Mark Smith.

Paddy Thompson, pemegang tiket musiman berusia 71 tahun yang menetap di Belanda, juga tidak absen untuk hadir langsung di stadion.

"It would be tremendous to see Matty score but it will be a really special game regardless," kata Mark Smith.

Kehadiran Paddy kali ini diiringi memori mendalam tentang mendiang istrinya, Joke, yang meninggal tahun lalu setelah sempat bersama-sama mengawal laga final Dunfermline melawan Celtic pada 2007 silam.

"This is my fifth cup game this season and I have been to three league games." ujar Paddy Thompson, suporter Dunfermline.

Paddy menegaskan komitmennya untuk menikmati momen berkumpulnya para pendukung berjuluk The Pars tersebut.

"When I said we could go far at the first cup game, everyone said I was crazy but here we are in the final." tutur Paddy Thompson.

Bagi Paddy, kemenangan adalah harapan, namun kegembiraan bersama pendukung lain menjadi poin utama dari perjalanan ini.

"It means everything to be here." ucap Paddy Thompson.

Putri Paddy, Amanda Thompson, mendarat dari Belanda satu malam sebelum pertandingan demi mengulang memori tak terlupakan dua dekade lalu.

"I hoping for a win and a good game but mostly I hope we all have a great time with so many Pars fans coming across. It is all about the day out." kata Paddy Thompson.

Amanda mengingat betul atmosfer luar biasa yang dirasakannya saat menyaksikan partai puncak masa lalu.

"The final back then was truly an amazing experience." ujar Amanda Thompson, putri Paddy.

Kebersamaan di antara sesama pendukung menjadi momen berharga yang akan selalu membekas sepanjang hidupnya.

"The joy and fun together with everyone, and the atmosphere in the stadium, are simply unforgettable." ucap Amanda Thompson.

Kembalinya Dunfermline ke partai final tahun ini dirasa Amanda sebagai sebuah takdir indah yang bisa ia lalui kembali bersama sang ayah.

"All the fans together – that's something you'll remember for the rest of your life." tutur Amanda Thompson.

Amanda memandang kesempatan ini sebagai ruang untuk mengukir memori baru yang sangat berarti bagi kehidupan mereka.

"The fact that we're in the final again this year and that I get to experience it together with my father is incredibly meaningful. It feels like it was meant to be." kata Amanda Thompson.

Kisah perjuangan lain datang dari John Heeps dan anak sulungnya yang harus mengubah jadwal penerbangan liburan mereka di Kroasia demi mengejar sepak mula pertandingan.

"A beautiful new memory that no one can ever take away from us." ujar Amanda Thompson.

Jadwal pulang awal yang mendarat di Edinburgh dinilai terlalu mepet, sehingga mereka memesan tiket baru transit melalui Dublin agar bisa tiba di Glasgow tepat waktu.

"We were due home on Saturday flying into Edinburgh at 13:30 which was a no go." ucap John Heeps, pendukung Dunfermline.

John berharap seluruh rencana perjalanan daruratnya berjalan lancar tanpa ada kendala penerbangan.

"So myself and my oldest son had to book an earlier flight which goes to Dublin then the flight to Glasgow, which arrives at 12:50." kata John Heeps.

John mengaku cemas karena sering melihat Celtic mengalahkan Dunfermline, namun ia tetap menaruh harapan besar pada performa apik timnya musim ini.

"Fingers crossed all goes well and we make the game." tutur John Heeps.

Agenda liburan tersebut sebelumnya dirancang tanpa menduga bahwa Dunfermline mampu menembus babak final turnamen.

"The holiday booked when we didn't think the Pars would produce the season they have had." ujar John Heeps.

Pertandingan final Piala Skotlandia antara Celtic dan Dunfermline Athletic ini dijadwalkan memulai sepak mula pada pukul 15.00 waktu setempat.

"I am nervous but hoping we can do it." ucap John Heeps.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author