Anthony Gordon Ungkap Rahasia Barcelona Setelah Resmi Pindah dari Newcastle

Share

Pemain sayap Timnas Inggris, Anthony Gordon, membagikan cerita mengenai obrolan mendalamnya bersama Marcus Rashford. Momen ini terjadi tepat setelah dirinya merampungkan proses transfer menuju Barcelona.

Seperti dikutip dari Bola, Gordon memperoleh beragam masukan berharga dari Rashford. Informasi tersebut mencakup peta situasi di dalam ruang ganti hingga rekomendasi area tempat tinggal di Spanyol.

Langkah kepindahan pesepak bola berusia 25 tahun ini melibatkan dana transfer yang fantastis. Barcelona menggelontorkan dana sebesar 70 juta paun untuk memboyongnya dari Newcastle United.

Sesaat pasca-kesepakatan transfer itu selesai, Gordon langsung mengalihkan fokusnya. Mantan pemain Everton tersebut segera merapat ke skuad Inggris guna mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, Rashford juga memiliki keterikatan emosional dengan klub Catalan tersebut. Penyerang milik Manchester United itu menghabiskan periode musim ini sebagai pemain pinjaman di Camp Nou.

Walau Barcelona mengantongi opsi pembelian permanen senilai 26 juta paun, kesepakatan akhir belum terwujud. Kedua belah pihak kabarnya masih berada dalam tahap negosiasi ulang terkait poin-poin kontrak.

Kehadiran Gordon secara otomatis memicu spekulasi baru terkait kelanjutan karier Rashford. Terlebih, keduanya harus bersaing ketat demi mengisi sektor kiri penyerangan Inggris di Piala Dunia 2026.

Meskipun bersaing di level klub dan tim nasional, Gordon menegaskan bahwa hubungannya dengan Rashford tetap harmonis. Rashford justru menjadi sosok yang membantunya mempercepat proses adaptasi.

Pernyataan ini disampaikan Gordon kepada talkSPORT selepas mengantarkan Inggris menang 1-0 atas Selandia Baru dalam laga uji coba. Ia pun membeberkan detail pembicaraan mereka.

"Dia hanya menceritakan kepada saya betapa bagusnya para pemain di sana dan semangat kebersamaan yang mereka miliki. Saya sebenarnya sudah mendengar hal yang sama dari orang-orang di Barcelona," kata Gordon.

"So, saya benar-benar tidak sabar untuk bergabung dengan mereka. Dia juga bercerita tentang kota Barcelona dan beberapa tempat yang cocok untuk ditinggali," imbuhnya.

Pemain kelahiran Liverpool ini memberikan apresiasi tinggi terhadap kepedulian yang ditunjukkan oleh rekan senegaranya tersebut.

"Dia orang yang sangat baik dan sangat perhatian. Jadi, dia sebatas memberi saya sedikit informasi," lanjutnya.

Ambisi Besar di Camp Nou

Bergabung dengan raksasa La Liga merupakan lompatan besar bagi Gordon. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah garis akhir dari target karier profesionalnya.

"Dua pekan terakhir terasa seperti angin puyuh, tetapi ini adalah dua pekan terbaik dalam hidup saya dan keluarga saya," ungkapnya.

"Semuanya terasa sangat menyenangkan karena sejak usia sangat muda saya selalu mengatakan kepada mereka bahwa saya akan mencapai titik ini. Saya juga mengatakan hal itu dalam wawancara pertama saya."

"Mereka mengucapkan selamat dan berbagai hal lainnya kepada saya," ucap pemain yang pernah gabung Everton itu.

Motivasi tinggi membuat sang pemain enggan merasa puas terlalu cepat setelah memakai seragam Blaugrana.

"Saya sama sekali tidak puas hanya karena bisa bermain untuk Barcelona. Saya ingin memenangi semuanya," katanya.

"Dalam pikiran saya, justru di sinilah karier saya dimulai. Saya sudah berada di tahap yang selalu saya katakan akan saya capai."

"Sekarang saya harus naik ke level berikutnya lagi," tegas Gordon.

Persaingan Nomor Punggung di Tim Nasional

Spekulasi seputar rivalitas kedua pemain sempat mengemuka seiring pembagian nomor punggung oleh Thomas Tuchel. Rashford dipercaya memegang nomor 11, sedangkan Gordon memakai nomor 18.

Banyak pengamat menilai keputusan nomor punggung ini mencerminkan hierarki pilihan utama Tuchel. Namun, Gordon memilih untuk tidak ambil pusing.

"Saya tidak peduli sama sekali," ucapnya.

"Kalau melihat skuad ini, Anda bisa menempatkan pemain mana pun di nomor 1 sampai 11. Semua pemain cukup bagus."

"Setiap orang punya alasan untuk merasa dirinya yang terbaik dalam banyak hal."

"Jadi, saya benar-benar tidak care dengan nomor punggung. Saya ada di sini untuk menang bersama Inggris."

"Saya tidak memikirkan diri saya sendiri atau kepentingan pribadi saya. Ini bukan soal saya," katanya.

"Ini soal tim. Jadi berikan nomor berapa pun yang Anda mau, saya tidak peduli," katanya lagi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author