KPK Evaluasi Dugaan Kebocoran Informasi OTT Dua Kepala Daerah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengecekan dan evaluasi mendalam setelah muncul dugaan kebocoran informasi terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Langkat Syah Afandin dan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby pada awal Juli 2026.
Langkah penyelidikan internal ini diambil demi mencegah terulangnya kebocoran strategi penindakan di masa mendatang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pihak kelembagaan menyatakan bahwa penelusuran kebenaran rumor tersebut kini menjadi fokus perhatian utama manajemen penegakan hukum.
"Soal dugaan kebocoran informasi ini juga menjadi concern kami, apakah memang benar ada demikian. Tentu ini juga akan menjadi bahan pengayaan, bahan evaluasi agar ke depan dalam proses kegiatan penyelidikan tertutup hal-hal demikian tidak kembali terulang," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo.
KPK mengindikasikan bahwa rembesnya kabar mengenai operasi senyap di Langkat dan Kuansing tersebut diduga kuat berasal dari pihak-pihak yang sedang menjalani proses klarifikasi.
"Jadi kalau itu bocor, ya mungkin bukan karena bocor, mungkin karena orang-orang yang diminta klarifikasi itu memberikan informasi baik ke media atau apa," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein.
Identitas personel di lapangan yang telah dikenali oleh otoritas setempat juga disinyalir menjadi penyebab operasi tersebut terendus sebelum penangkapan dilakukan.
"Nah ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui karena memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat atau memang ada informasi-informasi yang diketahui ini orang-orang KPK," ungkap Achmad Taufik Husein.
Kronologi di lapangan menunjukkan driver Syah Afandin sempat meminta sang bupati putar balik pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 23.00 WIB karena mendeteksi keberadaan tim KPK.
Meski sempat ada upaya menghindari petugas, Bupati Langkat tetap tertangkap dalam perjalanan menuju Kota Binjai dengan barang bukti uang tunai senilai Rp100 juta di bawah jok depan mobil.