Madura United Bertahan di Super League Usai Tekuk PSM Makassar
Madura United berhasil mempertahankan posisi di Indonesia Super League setelah menundukkan PSM Makassar dengan skor 2-0 pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026) sore WIB.
Hasil pertandingan pekan ke-34 tersebut mengamankan posisi Laskar Sape Kerrab di peringkat ke-14 dengan koleksi 35 poin. Sebaliknya, kemenangan ini memastikan Persis Solo terdegradasi ke kasta kedua Championship menyusul Semen Padang dan PSBS Biak, meskipun Laskar Sambernyawa menang 3-1 atas Persita Tangerang di Banten International Stadium.
Persis Solo tertahan di peringkat ke-16 dengan akumulasi 34 poin dari catatan 8 kemenangan, 10 hasil seri, dan 16 kekalahan sepanjang musim. Dilansir dari sport.detik.com, poin Persis Solo sebenarnya sama dengan PSM Makassar, namun mereka kalah dalam catatan head-to-head setelah hanya meraih satu kali imbang dan satu kekalahan dari Juku Eja.
Dua gol kemenangan Madura United diborong oleh penyerang asal Brasil, Junior Brandao, pada menit ke-42 dan menit ke-53. Posisi tiga tim yang terdegradasi musim ini akan digantikan oleh Garudayaksa FC, Adhyaksa FC, dan PSS Sleman yang berstatus sebagai tim promosi untuk musim 2026/2027.
Pelatih caretaker Madura United, Rakhmad Basuki, memberikan pujian atas kedisiplinan anak asuhnya yang tampil di bawah tekanan tinggi pada pertandingan penentu tersebut.
"Kemenangan kali ini tidak lepas dari pola permainan kompak antarlini, sehingga peluang yang tercipta mampu dikonversi menjadi gol," kata Rakhmad.
Pihak manajemen Madura United akan menjadikan keberhasilan bertahan di kasta tertinggi ini sebagai modal penting untuk melakukan evaluasi total demi musim depan.
Di sisi lain, kekecewaan mendalam dirasakan oleh suporter Persis Solo yang menggelar acara nonton bareng di halaman parkir Stadion Manahan bersama Wali Kota Solo, Respati Ardi. Presiden Pasoepati, Arif Djodi Purnomo, menyampaikan kritik tajam terhadap manajemen klub terkait kemerosotan performa tim.
"Terkait turunya Persis Solo ke Liga 2, jujur kami sangat kecewa sekali dengan manajemen (Persis). Sebenarnya kami kurang apa to. Kami tahu ada komunikasi yang kurang baik antar owner, tapi jangan sampai mengorbankan kecintaan teman-teman suporter," kata Djodi kepada awak media, Sabtu (23/5/2026).
Suporter menuntut pertanggungjawaban pemilik serta petinggi klub atas degradasi ini dan berencana menggelar aksi lanjutan pada Senin (25/5/2026).
"Kita juga pengin tahu masalah internal di Persis Solo. Masalah manajemen yang dari awal bobrok, yang tahunya tentang industri tapi tidak tahu tentang sepakbola, kenapa masih dipertahankan," ucapnya.
Djodi juga menagih janji Direktur Utama (Dirut) klub yang sebelumnya menyatakan ingin melakukan pembenahan internal di dalam tubuh manajemen.
"Untuk Dirut, kemarin billing mau bersih-bersih atau memperbaiki kondisi manajemen. Tapi sampai detik ini, kami juga belum tahu memperbaiki dan bersih-bersihnya seperti apa. Saya mengundang semua Owner dan Dirut, pertanggungjawaban kalian semua kepada teman suporter besok Senin," imbuhnya.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang ikut hadir dalam acara tersebut tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain di lapangan meski hasil akhirnya mengecewakan.
"Kita melihat perjuangan sudah pemain luar biasa, tapi memang belum ke arah kita, keberuntungan belum ke arah kita. Ini benar-benar menjadi keprihatinan bersama, kita evaluasi ke depan," kata Respati.
Sebagai bagian dari pendukung tim, Respati mendesak adanya perbaikan menyeluruh agar Laskar Sambernyawa bisa langsung promosi kembali ke kasta tertinggi pada musim berikutnya.
"Saya harap ke depan lebih baik. Pembelajaran ini jadi pelajaran kita bersama. Cukup satu kali saja kita di Liga 2, berikutnya harus juara di liga utama. Harus berbenah semua," ujarnya.