Puluhan UMKM Subang Ikuti Pendampingan Bisnis untuk Tingkatkan Daya Saing
Program pendampingan bisnis diikuti oleh sebanyak 82 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 19 desa di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pelatihan ini mencakup materi pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemasaran digital, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).
Sebagian besar peserta yang terlibat dalam kegiatan ini bergerak di sektor makanan dan minuman. Program bertajuk UMKM Untuk Indonesia ini diinisiasi oleh Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) bersama program keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia" di Subang pada Selasa (7/7/2026), dilansir dari Detik Finance.
Para peserta mendapatkan tiga sesi pelatihan serta pendampingan yang dilaksanakan secara daring maupun luring. Materi diarahkan pada penguatan pola pikir kewirausahaan, legalitas usaha, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengembangan produk sesuai pasar, unique selling proposition (USP), strategi merek, kemasan, hingga pemasaran digital.
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyatakan bahwa sinergi antara dunia usaha, lembaga pendamping, dan pemerintah sangat krusial dalam mendongkrak daya saing pelaku UMKM.
"Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Sampoerna untuk Indonesia karena telah menghadirkan program pengembangan UMKM yang tidak hanya menyasar kebutuhan dasar, tetapi juga penguatan kapasitas pada level yang lebih lanjut. Ini sangat baik bagi perkembangan ekonomi di Kabupaten Subang dan dapat menjadi percontohan bagi para pemangku kepentingan lainnya," ujar Agus.
Direktur Eksekutif INOTEK Ivi Anggraeni menjelaskan bahwa indikator keberhasilan program ini diukur dari tingkat penerapan materi oleh peserta ke dalam aktivitas usaha harian mereka.
"Salah satu fokus utama program ini adalah memastikan setiap peserta mampu menerjemahkan materi pelatihan menjadi langkah perbaikan yang konkret bagi usahanya. Dari proses pendampingan, kami melihat peserta semakin siap dalam aspek pengelolaan usaha, pengembangan produk, serta pemanfaatan kanal digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas," kata Ivi.
Dampak Positif terhadap Omzet
Manfaat pelatihan ini turut dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal. Leni Mariyani, pemilik usaha Dakey House, menuturkan bahwa dirinya memperoleh wawasan baru terkait penentuan target pasar, perumusan proposisi nilai produk, serta optimasi pemasaran digital.
"Pendampingan yang diberikan membantu saya melihat peluang pengembangan usaha dengan lebih jelas. Beberapa strategi yang dipelajari mulai diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari dan memberikan hasil yang positif," ujarnya.
Implementasi strategi baru tersebut memberikan dampak instan pada performa finansial usahanya. Berdasarkan data selama program berjalan, omzet penjualan Dakey House tercatat melonjak hingga 25% jika dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya.