Kementerian PU Perbaiki Permanen Jembatan Enang-Enang Aceh
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan perbaikan permanen terhadap jalan dan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, tetap berjalan demi keselamatan pengguna jalan pada Selasa (7/7/2026).
Langkah ini diambil setelah warga setempat berinisiatif mengumpulkan dana swadaya hingga Rp 1 miliar untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan aspek keselamatan masyarakat agar pengerjaan swadaya tidak memicu risiko baru.
"Yang pasti program pembangunannya kalau kita di PU tetap berjalan, karena mengingat kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat. Kalau memang dilaksanakan secara swadaya kita khawatir terhadap keselamatan jembatannya. Jadi tetap kita akan berjalan dengan program kita," sebut Apri Artoto, Sekjen Kementerian PU.
Pemerintah juga mengimbau warga agar tidak melakukan aksi yang dapat membahayakan diri dalam proses perbaikan infrastruktur jalan tersebut.
"Imbauan dari Kementerian PU, utamakanlah keselamatan, jangan sampai ada korban," sebut Apri Artoto, Sekjen Kementerian PU.
Di sisi lain, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pemasangan perkuatan sementara atau shoring pada struktur jembatan agar bisa segera digunakan oleh publik secara terbatas.
Saat ini, fasilitas tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat bermuatan maksimal lima ton pada siang hari, sedangkan angkutan umum dan kendaraan berat tetap dibatasi.
Plt. Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini menjelaskan bahwa tahapan perencanaan proyek akan dipercepat mulai tahun ini agar realisasi fisik bisa segera dilakukan.
"Untuk jembatan permanen di Enang-enang memang sudah kami programkan di tahun 2027. Namun dengan kondisi sekarang, kita melihat perlu dilakukan percepatan sehingga perencanaannya akan kita lakukan lebih awal di tahun 2026 untuk menyiapkan desain dan pemrogramannya. Kemudian pada tahun 2027 insyaallah kita akan melaksanakan pekerjaan fisiknya," jelas Zulkarnaini, Plt. Kepala BPJN Aceh.
Jalur Enang-Enang merupakan akses utama penghubung Bireuen menuju Aceh Tengah yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam pada akhir November 2025.