Siswa MAN 1 Medan Raih Medali Emas di Jepang Lewat Inovasi Genteng dari Kulit Buah

Share

Inovasi pemanfaatan limbah berhasil membawa tim siswa dari MAN 1 Medan mengukir prestasi internasional. Mereka sukses membawa pulang medali emas dari ajang bertajuk Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026 yang berlangsung di Osaka, Jepang.

Seperti dilansir dari Detikcom, kompetisi ini digelar oleh World Invention Intellectual Property Associations (WIPA) yang bekerja sama dengan Chizal Corporation serta Indonesian Innovation and Invention Promotion Association (INNOPA). Agenda tersebut bertempat di Kansai Airport Conference Hall, Izumisano, pada 1-7 Juli 2026.

Delegasi dari MAN 1 Medan ini diperkuat oleh tujuh orang siswa. Mereka adalah Rafa Ruzain Ahmad, Tiara Qalbi Aswani, Azka Azzahra Putri Dalimunthe, Sandria Shelba Yafizham Harahap, Ariq Zaidan Dhiaufa Siregar, Zahraa Putri Syahbana, dan Fauzul Huda.

Para pelajar asal Sumatra Utara tersebut berkompetisi ketat dengan para peserta dari berbagai negara. Di antaranya adalah perwakilan dari Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Kroasia, hingga Kanada.

Dalam pameran ilmiah tersebut, mereka mengusung karya berjudul Green Resource for Eco-Friendly Engineering and Natural Construction (GREEN). Ide ini lahir dari pengamatan para siswa terhadap potensi penumpukan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.

Penelitian inovatif ini berjalan di bawah bimbingan tiga orang guru pembina. Mereka adalah Muhammad Doni Anggara, Ulfa Mashitah, dan Ahmad Zaki Mubarak.

Fokus pengolahan diarahkan pada sisa kulit buah seperti pisang, semangka, melon, jeruk, dan pepaya. Bahan organik tersebut kemudian diproses menjadi bahan baku pembuatan batako (eco-brick) serta genteng yang ramah lingkungan.

"Jika tidak dikelola, limbah ini akan berakhir di TPA (tempat pembuangan akhir) dan menyumbang emisi gas rumah kaca," ungkap Ulfa dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag).

Proses pembuatan produk GREEN diawali dengan mengumpulkan sisa-sisa kulit buah untuk dikeringkan. Setelah mengering, bahan tersebut digiling hingga menjadi bubuk halus sebelum dicampur dengan semen, tanah liat, serta perekat alami untuk dicetak.

Ahmad Zaki Mubarak menjelaskan bahwa kualitas dari produk ciptaan siswa ini telah teruji di hadapan dewan juri internasional. Menurutnya, inovasi ini memiliki keunggulan kompetitif yang tinggi.

"Dengan rincian aspek performa Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Value), Karakteristik Ringan (Lightweight), Daya Tahan (Durability), Kualitas Tekstur dan Ketahanan Terhadap Air (Water Resistance)," urai Ahmad Zaki.

Apresiasi dari Pihak Madrasah

Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas capaian yang diraih anak didiknya. Anggota delegasi ini seluruhnya merupakan pelajar yang aktif dalam ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR).

"Selamat dan sukses kepada Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan atas raihan Gold Medal pada Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) INNOPA WIIPA 2026 di Osaka, Jepang. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berkarya demi kemajuan bangsa," ucap Reza.

Selain mengikuti jalannya kompetisi, para siswa juga memanfaatkan momentum di Jepang untuk mengikuti sesi pameran ilmiah, diskusi akademik, serta bertukar pengalaman dengan delegasi dari berbagai negara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author