PT Sinarmas Asset Management Meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan
PT Sinarmas Asset Management resmi meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Jumat (3/7/2026). Langkah ini menjadikan perseroan sebagai perusahaan Manajer Investasi pertama di Indonesia yang mendirikan DPLK.
Perluasan layanan di sektor keuangan ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem investasi jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan perencanaan pensiun masyarakat. Kehadiran DPLK SAM diluncurkan di tengah rendahnya partisipasi program pensiun nasional yang baru mencapai 18,94 persen dari total angkatan kerja, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
Pendirian lembaga ini menjadi strategi perseroan dalam merespons perubahan pola kerja dan perkembangan ekonomi digital. Melalui program ini, pengelolaan dana diharapkan dapat berkontribusi pada ketahanan finansial masyarakat luas.
"Peluncuran DPLK SAM bukan hanya ekspansi bisnis Sinarmas AM, tetapi juga bentuk kontribusi nyata kami dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat Indonesia. Sebagai Manajer Investasi pertama yang mendirikan DPLK, kami ingin menghadirkan layanan dana pensiun berbasis digital yang lebih modern, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini," ujar Alex Setyawan W.K., Direktur Utama Sinarmas AM.
Peluncuran tersebut juga sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan yang mendorong digitalisasi serta perluasan kepesertaan dana pensiun. Secara legal, DPLK SAM telah mengantongi izin operasional melalui Surat Keputusan OJK Nomor KEP 39/D.05/2026 tertanggal 5 Juni 2026.
"Kami percaya masa depan industri dana pensiun Indonesia sangat besar. Dengan kombinasi kekuatan investasi, teknologi digital, dan edukasi keuangan yang berkelanjutan, DPLK SAM ingin menjadi mitra terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam mewujudkan hari tua yang lebih nyaman, tenang dan sejahtera," kata Alex Setyawan W.K., Direktur Utama Sinarmas AM.
Layanan baru ini membidik generasi muda serta pekerja informal melalui platform digital bernama SimPensiun. Sistem daring tersebut memfasilitasi pendaftaran, pemantauan dana, hingga penarikan manfaat pensiun secara praktis.
"Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi digital dan memiliki karakteristik investasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu kami menghadirkan DPLK yang mudah diakses melalui aplikasi, fleksibel, transparan, dan terjangkau. Kami ingin membangun kesadaran bahwa dana pensiun bukan sesuatu yang dipersiapkan menjelang usia pensiun, melainkan dimulai sejak pertama kali memperoleh penghasilan. Dengan setoran mulai dari Rp50.000 per bulan, DPLK SAM membuka akses bagi pekerja formal, pekerja informal, freelancer, wirausahawan muda, hingga content creator untuk mulai membangun dana pensiun secara bertahap," ujar Stephanus Rudi Ok., Ketua Pengurus DPLK SAM.
DPLK SAM mematok target aset kelolaan sebesar Rp150 miliar dengan jangkauan 15.000 peserta pada tahun 2026. Fokus pemasaran akan diarahkan ke lingkungan internal Grup Sinar Mas, perusahaan swasta nasional, serta pekerja mandiri.