Saham JECX Melonjak hingga Batas ARA pada Debut Perdana di BEI
Saham emiten pengelola rumah sakit mata Jakarta Eye Center, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), langsung menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 7 Juli 2026.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, saham JECX melesat sebesar 24,8 persen ke level Rp1.560 per saham dari harga penawaran umum perdana atau initial public offering sebesar Rp1.250 per saham.
Pencatatan perdana JECX menambah daftar emiten yang melantai melalui penjamin emisi Trimegah Sekuritas dengan raihan penguatan maksimal pada debut perdagangan. Berdasarkan rekam jejak sejumlah IPO yang ditangani perusahaan efek tersebut, durasi ketahanan saham di batas atas bervariasi antara satu hingga lima hari berturut-turut.
Rekor reli terpanjang dicatatkan oleh PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) yang harganya melonjak berturut-turut dari nilai penawaran Rp4.060 per saham hingga mencapai Rp10.075 per saham pada hari kelima sebelum akhirnya melemah ke level Rp9.975 pada perdagangan 21 Januari 2025.
Kinerja serupa dibukukan oleh PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) yang mengalami penguatan beruntun dari harga IPO Rp216 per saham hingga menyentuh Rp525 per saham pada hari keempat, diikuti koreksi 7,05 persen ke posisi Rp488 pada hari berikutnya.
Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang melantai sejak 5 Desember 2024 pada harga Rp5.550 per saham mencatatkan kenaikan batas atas selama tiga hari berturut-turut ke level Rp9.550 per saham, dan masih menguat ke Rp10.275 per saham pada hari keempat tanpa menyentuh batas atas.
Emiten lain, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), membukukan kenaikan berturut-turut dari harga perdana Rp190 per saham hingga menyentuh Rp625 per saham dalam lima hari pertama, kemudian berlanjut hingga Rp1.515 per saham meski tidak lagi menyentuh batas atas harian.
Kondisi berbeda dialami PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang hanya mempertahankan penguatan maksimal pada hari pertama perdagangan di level Rp3.600 dari harga penawaran Rp2.880 per saham, setelah gagal mempertahankan batas atas hingga penutupan hari kedua.